15.Mar.2019

Yuk, Lihat Keindahan 6 Kelenteng di Indonesia Ini


Keindahan 6 kelenteng di Indonesia ini membuat banyak orang mengunjunginya. Keenam kelenteng tersebut mempunyai desain bangunan yang sedap dipandang mata. Jadi, nggak heran kalau keenam kelenteng tersebut ramai diburu wisatawan. Beberapa di antaranya bahkan dikunjungi wisatawan asing.

0
0
0

 

1. Kelenteng Xian Ma, Makassar

Suasana Klenteng Xian Ma Jelang Perayaan Imlek 2020, Hiasan ...

Sumber foto: https://makassar.tribunnews.com/2020/01/24/suasana-klenteng-xian-ma-jelang-perayaan-imlek-2020-hiasan-lampion-mulai-terpasang

Kelenteng Xian Ma merupakan kelenteng terbesar sekaligus tertua di Makassar. Kelenteng tersebut sudah berdiri di masa pedagang Tionghoa datang ke Makassar, yakni pada 1864. Warna merah mendominasi bangunan kelenteng yang juga dikenal dengan nama Istana Naga Sakti tersebut. Ada 5 lantai di kelenteng Xian Ma. Di lantai 1, ketika masuk, pengunjung disambut patung Dewa Namo Maitreya.

Di lantai 2 dan 3, isinya adalah patung dewa-dewi. Di antara kelenteng-kelenteng di Makassar, Kelenteng Xian Ma merupakan kelenteng yang punya patung dewa-dewi paling lengkap. Lantai 4 kelenteng ini difungsikan sebagai ruang untuk biksu, jadi nggak dibuka buat umum. Di lantai 5, ada sebuah relief yang menggambarkan perjalanan hidup sang Buddha. Tiap akhir pekan, kelenteng ini selalu ramai pengunjung, baik yang hendak beribadah maupun sekadar sight see.

 

2. Kelenteng Tan Seng Ong, Jakarta

Keindahan 6 Kelenteng di Indonesia

Sumber foto: https://www.pegipegi.com/travel/vihara-tanda-bhakti-kelenteng-kental-sejarah-di-jakarta/

Kelenteng Tan Seng Ong atau dikenal juga dengan nama Kelenteng Tanda Bhakti berada di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Usia kelenteng tersebut amat sangat tua, yakni 300 tahun lebih. Kelenteng dinamai Tan Seng Ong karena orang yang mendirikannya bernama Tang Seng Ong. Pada 1650, Tan yang berprofesi sebagai pejabat militer dan sedang berada di Indonesia mendirikan kelenteng di Jakarta dengan tujuan menyediakan tempat ibadat bagi warga China bermarga Tan. Kini, Kelenteng Tan Seng Ong terbuka untuk umum.

Oleh karena dibangun oleh warga China, maka wajar jika desain kelenteng ini mirip dengan desain bangunan khas China. Saat masuk ke halaman kelenteng, pengunjung disambut 2 patung singa yang mengapit kuil kecil. Masuk ke dalam kelenteng, pengunjung akan melihat langit-langit yang terbuat dari keramik yang melambangkan kemakmuran, keabadian, dan kebahagiaan. Pengunjung juga bisa menemukan sebuah kolam ikan. Kolam ikan tersebut baru ada setelah kelenteng direnovasi pada 1974.  Pada 2014, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan Kelenteng Tang Seng Ong sebagai salah satu warisan bersejarah.

 

3. Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban

Kelenteng Kwan Sing Bio merupakan kelenteng terbesar di Indonesia sekaligus satu-satunya yang menghadap ke laut. Kelenteng yang terletak di kawasan pantai utara Jawa Timur tersebut berdiri di atas lahan seluas 4—5 hektare.  Sebelum dibuka untuk umum, dulunya, Kelenteng Kwan Sing Bio digunakan sebagai tempat beribadah keluarga China yang merantau ke Indonesia. Orang yang beribadah di sini adalah penganut Buddha dan Konghucu serta penganut Taoisme. Dewa yang dipuja di kelenteng ini adalah Dewa Kwan Kong.

Kekhasan dari kelenteng ini adalah simbol di gerbangnya yang berupa kepiting raksasa. Alasan penggunaan kepiting adalah karena kawasan tempat kelenteng berada merupakan kawasan pembudidayaan kepiting. Selain itu, kepiting dipercaya dapat melindungi manusia dari unsur jahat.

Keindahan 6 Kelenteng di Indonesia

Sumber foto: https://ceritanjung.com/berkunjung-ke-klenteng-kwan-sing-bio-tuban/

Ada 3 ruangan di Kelenteng Kwan Sing Bio, 2 ruangan untuk beribadah dan 1 ruangan berisi arca Dewa Kwan Kong. Khusus di ruangan arca Dewa Kwan Kong, pengunjung dilarang mengambil gambar. Di bagian belakang kelenteng, ada taman yang bernama Taman Naga Dua, ruangan kaca yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan, dan bangunan yang menyerupai istana.

Selain digunakan sebagai tempat beribadah, Kelenteng Kwan Sing Bio juga sering digunakan sebagai tempat pelaksanaan ritual Ciswak atau ritual buang sial. Caranya ialah dengan menuliskan doa dalam huruf China di atas tempurung kura-kura atau dengan cara yang lebih praktis, yakni melepas burung. Did you know? Kelenteng Kwan Sing Bio terkenal sampai ke Singapura dan Malaysia, lho. Tiap bulan, banyak wisatawan Singapura dan Malaysia yang mengunjungi kelenteng ini.

 

4. Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang

Kelenteng Sam Poo Kong terletak di Jalan Simongan, Semarang. Dulu, tempat tersebut merupakan tempat singgah Laksamana Cheng Ho, tentara angkatan laut asal China yang turut menyebarkan ajaran Islam di Indonesia. Pada 1416 SM, ketika Cheng Ho melakukan ekspedisi ke berbagai negara untuk mengembalikan kejayaan kekaisaran China, ia singgah di Semarang. Ia singgah karena juru mudi kapalnya, Wang Jing Hong, sedang sakit.

Tujuan dibangunnya Kelenteng Sam Poo Kong adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap Laksamana Cheng Ho. Jadi, di kelenteng ini, pengunjung bisa melihat patung Cheng Ho. Ada 4 bagian utama di Kelenteng Sam Poo Kong. Yang pertama, Kelenteng Dewa Bumi yang merupakan tempat beribadah bagi penganut agama Konghucu dan aliran Taoisme. Yang kedua, makam juru mudi yang merupakan makam Wang Jing Hong, si juru mudi dari kapal yang ditumpangi Cheng Ho.

Sumber fotohttps://www.brobali.com/2016/09/sam-poo-kong-wisata-sejarah-dan-religi-di-semarang.html

Yang ketiga, Kjai Djangkar yang merupakan tempat tersimpannya jangkar kapal yang ditumpangi Cheng Ho. Jangkar tersebut dibungkus kain merah dan jadi benda keramat. Yang keempat, Kelenteng Sam Poo Tay Djien. Sam Poo Tay Djien adalah nama alias Sam Poo Kong alias Cheng Ho. Di dalam Kelenteng Sam Poo Tay Djien, terdapat sebuah sumur yang airnya gak pernah habis. Tepat di bawah kelenteng tersebut, terdapat sebuah gua batu.

Di Kelenteng Sam Poo Kong, pengunjung bisa menemukan relief yang menggambarkan kisah Cheng Ho. Ada pula pohon unik yang berbentuk seperti rantai. Pohon tersebut sudah sangat tua. Usianya 611 tahun. FYI, pengunjung yang diperbolehkan masuk ke dalam kelenteng hanyalah pengunjung yang hendak beribadah. Bagi yang ingin sekadar melihat-lihat, hanya boleh berada di halaman kelenteng. Saat berkunjung ke Kelenteng Sam Poo Kong, pengunjung bisa mencoba mengenakan pakaian tradisional China untuk berfoto-foto. Biaya sewanya Rp100.000.

 

5. Kelenteng Caow Eng Bio, Badung

Keindahan 6 Kelenteng di Indonesia

Sumber foto: https://au.hotels.com/go/indonesia/caow-eng-bio-chinese-temple

Kelenteng Caow Eng Bio merupakan kelenteng tertua di Bali. Lokasinya di Kabupaten Badung. Kelenteng tersebut dibangun pada 1548 oleh para saudagar China. Dibangunnya kelenteng merupakan wujud terima kasih para saudagar pada Dewa Baruna yang telah menyelamatkan mereka ketika terombang-ambing di tengah laut.

Masyarakat Bali lebih mengenal Kelenteng Caow Eng Bio dengan nama Kelenteng Tanjung Benoa. Ini karena lokasi kelenteng berada di kawasan Tanjung Benoa. Apa saja yang bisa ditemukan di dalamnya? Ada pajangan yang menampilkan kutipan kalimat dari kitab suci, ada pahatan nama-nama orang yang membangun kelenteng, ada juga patung Dewa Naga dan patung Dewi Kwan Im. Satu hal yang membedakan kelenteng ini dari kelenteng kebanyakan ialah adanya gedung teater yang dimanfaatkan sebagai tempat pertunjukan.

 

6. Kelenteng Chandra Nadi, Palembang

Keindahan 6 Kelenteng di Indonesia

Sumber fotohttps://koransn.com/semarak-imlek-mulai-terasa-ratusan-warga-tionghoa-datangi-klenteng/ (diambil dari SN/ Ferdinand) 

Nama lain Kelenteng Chandra Nadi adalah Kelenteng Soei Goeat Kiang. Kelenteng tersebut merupakan kelenteng tertua di Palembang. Seberapa tua? Tahun ini, kelenteng Chandra Nada genap berusia 246 tahun. Lokasi kelenteng berada di kawasan 10 Ulu. Tak jauh dari kelenteng, ada makam seorang panglima Indonesia keturunan China. Konon katanya, orang yang berziarah ke makam tersebut akan terbebas dari penyakit. Ketika Imlek, halaman parkir kelenteng ini berubah semarak dengan hiasan lampion merah. Ada pula pertunjukkan barongsai yang semakin menyemarakkan perayaan Imlek.

Kelenteng Chandra Nadi dijadikan tempat beribadah bagi penganut Buddha dan Konghucu serta penganut aliran Taoisme. Bukan hanya warga Palembang, warga dari luar kota dan luar negeri juga turut beribadah di kelenteng ini.

Komentar