Boneka Momo
04.Apr.2019

Boneka Momo, Boneka Serem Asal Jepang yang Sempet Viral lewat Momo Challenge


Pernahkah kalian mendengar Momo challenge? Challenge yang viral di dunia maya pada 2018 lalu itu merupakan challenge mematikan yang dapat membuat orang yang melakukannya kehilangan nyawa. Dinamakan Momo challenge karena dalam challenge tersebut ada sosok Momo, si boneka asal Jepang.

0
0
0

Jika kalian melihat sosok boneka Momo, dijamin kalian setuju bahwa boneka Momo itu serem pake banget. Rambutnya hitam, panjang, dan kusut. Matanya melotot. Senyumnya menyeringai lebar sampai-sampai membentuk seperti huruf V. Kakinya menyerupai cakar burung. Tinggi boneka ini kira-kira 1 meter. Biar lebih jelas, lihat gambar di bawah. Semoga kalian nggak mimpi buruk, ya, setelah lihat gambarnya.

Keisuko Aiso. Dialah seniman Jepang yang menciptakan boneka Momo. Boneka yang terbuat dari silikon itu pertama kali dipamerkan pada 2016 di pameran boneka hantu yang diselenggarakan di Vanilla Gallery, Distrik Ganza, Tokyo. Adalah cerita rakyat Jepang tentang Ubume yang menjadi inspirasi Aiso untuk menciptakan Momo. Ubume merupakan wanita yang meninggal setelah melahirkan anaknya.

Saat dipamerkan di Vanilla Gallery, tidak banyak orang yang menaruh perhatian pada boneka Momo sehingga boneka tersebut menjadi kurang terkenal. Namun, 2 tahun berikutnya, yakni pada 2018, Momo mendadak terkenal akibat Momo challenge. Challenge tersebut berawal di Meksiko dari unggahan seseorang di Facebook.

Boneka Momo

Sumberhttps://www.rt.com/news/437539-momo-suicide-game-children/

Si pengunggah mengajak orang-orang untuk berkomunikasi via chat di WhatsApp dengan orang tak dikenal. Ia pun menuliskan nomor WhatsApp dari orang tak dikenal itu. Ternyata, foto profil WhatsApp yang digunakan ialah foto boneka Momo. Unggahan di Facebook ini viral dan sontak saja boneka Momo menjadi terkenal.

Informasi yang beredar mengatakan, jika kita berkomunikasi dengan orang tak dikenal itu, kita akan mendapat kiriman gambar bertema kekerasan dan pesan berupa permintaan untuk melakukan tantangan mematikan. Kenapa mematikan? Ini karena tantangan yang diberikan adalah tantangan untuk melukai diri sendiri, bahkan sampai diminta untuk bunuh diri juga. Wadow! Nah, katanya, kalau kita nggak mau melakukan tantangan itu, si orang tak dikenal akan mengirim pesan bernada ancaman.

Kasus pertama yang dikait-kaitkan dengan Momo challenge adalah tewasnya anak laki-laki 16 tahun dan anak perempuan 12 tahun di Kolombia. Sesaat sebelum bunuh diri, si anak laki-laki meneruskan Momo challenge kepada si anak perempuan. Dua hari berikutnya, si anak perempuan ditemukan tewas dengan gantung diri. Ngeri banget, ya.

 

Boneka Momo

Sumberhttps://intisari.grid.id/read/03911761/di-balik-seramnya-momo-inilah-seniman-jepang-yang-diduga-menciptakan-sosoknya?page=all

Kasus lain yang juga ikut dikait-kaitkan dengan Momo challenge adalah tewasnya anak perempuan 12 tahun di Argentina. Ia bunuh diri dengan gantung diri di pohon di halaman belakang rumahnya. Si anak ini merekam apa yang ia lakukan sebelum gantung diri. Belum ada kepastian apakah benar bahwa kasus-kasus tersebut bersumber dari Momo challenge.

Setelah Momo challenge viral, apa kabar boneka Momo? Si boneka kini udah nggak ada lagi. Di tahun yang sama dengan viralnya Momo challenge, Aiso memutuskan untuk melenyapkannya. Ia menghancurkan boneka tersebut dan membuangnya. Meskipun demikian, ia masih menyisakan bagian mata. Ia berencana untuk menggunakan mata tersebut pada boneka lain yang kelak akan ia rancang.

Boneka Momo

Sumberhttps://internasional.kompas.com/read/2019/03/04/19123921/seniman-pencipta-momo-mengaku-telah-lama-hancurkan-boneka-yang-viral

Aiso memutuskan untuk melenyapkan Momo karena ia ingin mengakhiri terror Momo sebagai boneka pencabut nyawa. Apalagi, saat Momo challenge dikatakan merenggut nyawa anak-anak. Aiso merasa bertanggung jawab untuk itu.  Ia cukup menyayangkan boneka ciptaannya dikenal sebagai boneka yang dapat membuat orang bunuh diri. Ya, siapa sih yang nggak kecewa kalau berada di posisi Aiso? Siapa seniman yang nggak kecewa kalau hasil karyanya malah digunakan untuk hal yang buruk?

Komentar