24.Jan.2020

Wayang Potehi, Kesenian Khas Imlek dari Negeri Tirai Bambu


Besok hari apa? Yup, Sabtu. Ada apa di Sabtu besok? Yup, tahun baru China alias Imlek. Imlek tahun ini merupakan tahun tikus logam. Kalian yang ngerayain, pasti udah sibuk nyiapin ini itu. Atau mungkin, malah sibuk nungguin angpau? Hehehe. By the way, tahu nggak, sih, ada satu kesenian yang biasanya dipentaskan saat Imlek? Namanya wayang potehi, kesenian asal China yang telah melebur dengan kebudayaan Indonesia.

0
0
0

Po berarti kain. Te berarti kantong. Hi berarti wayang. Kalau digabung, berarti wayang yang diberi pakaian berbahan kain. Wayangnya tentu gak seperti wayang dari Indonesia, tapi berupa patung-patung kecil yang memakai kostum khas Tionghoa.

Sama seperti wayang Indonesia, wayang potehi juga dimainkan dengan tangan. Bedanya, jari-jari dalang wayang potehi punya fungsi yang berbeda. Telunjuk, jari tengah, dan jari manis untuk mengendalikan kepala wayang, sedangkan jempol dan kelingking untuk mengendalikan tangan wayang.

Cerita yang diangkat dalam pementasan wayang potehi tergantung tempatnya. Kalau digelar di kelenteng, ceritanya tentang dinasti China. Kalau digelar di luar kelenteng, ceritanya ialah cerita populer, misalnya tentang kera sakti.

Sumber: https://www.thejakartapost.com/life/2017/07/17/annual-wayang-potehi-show-unites-differences-in-surakarta.html (by JP/Stefanus Ajie)

Pertunjukan wayang potehi diiringi dengan sejumlah alat musik, seperti suling, kendang, dan rebab. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia dengan dialek Tionghoa. Dalam sekali pertunjukan, jumlah karakter wayang potehi bisa mencapai 150 buah.

Mungkin kalian agak nggak percaya, tapi percayalah bahwa yang menciptakan wayang potehi adalah para terdakwa asal China. Ceritanya, ada lima orang yang mendekam di penjara menunggu hukuman mati. Salah satu di antaranya berinisiatif menghibur diri dengan membuat boneka dari kain sisa pakaiannya.

Sumber: https://gubug-wayang.com/koleksi/wayang-potehi/

Ketika boneka itu selesai dibuat, ia mengajak keempat tahanan lainnnya untuk menggelar pertunjukan sederhana. Boneka digerak-gerakkan sambil diiringi alat musik seadanya berupa piring dan panci. Pertunjukan boneka itu ternyata menarik penjaga penjara, bahkan kaisar.

Kelima tahanan tersebut lantas diundang kaisar untuk menggelar pertunjukan di kerajaan. Kaisar terkesan dan pada akhirnya membebaskan kelimanya dari hukuman mati. Beruntung banget, ya, para tahanan itu.

Masuk ke Indonesia

Nggak ada catatan pasti tentang sejarah masuknya wayang potehi ke Indonesia. Ada sumber yang mengatakan, wayang potehi masuk ke Indonesia pertama kali ke Tuban, Jawa Timur. Ada yang mengatakan, masuk pertama kali ke Semarang atau Jakarta.

Yang jelas, wayang potehi mula-mula masuk ke Indonesia lewat Pulau Jawa ratusan tahun lalu, kemudian berbaur dengan kebudayaan masyarakat setempat. Mulanya, wayang potehi hanya ditampilkan di kelenteng. Seiring perkembangannya, wayang potehi juga boleh dipentaskan di pusat perbelanjaan.

Sumber: https://www.thejakartapost.com/life/2017/07/17/annual-wayang-potehi-show-unites-differences-in-surakarta.html (by JP/Stefanus Ajie)

Salah satu dalang wayang potehi yang cukup moncer namanya adalah Thio Tiong Gie. Saat masih bersekolah di Semarang, Gie yang saat itu berusia 14 tahun menemukan buku berhuruf China yang berkisah tentang putra mahkota Tiongkok yang melarikan diri.

Buku itu ia baca sampai tamat dan buku itulah yang menjadi awal mula ia tertarik menekuni wayang potehi. Penampilan pertama Gie sebagai dalang wayang potehi adalah ketika ia berusia 25 tahun.  Kala itu, ia tampil di Cianjur, Jawa Barat.

Kampung Ketandan di Jogja (sumber: https://travel.detik.com/fototravel/d-4585244/potret-pecinan-yogyakarta-yang-viral-dikira-shanghai/6?zoom/by Usman Hadi/detikcom)

Di mana bisa menyaksikan pertunjukan wayang potehi? Yang paling gampang adalah di mal. Beberapa mal di Jakarta biasanya menggelar pertunjukan wayang potehi pada perayaan Imlek.

Buat yang tinggal di Jogja, kalian bisa menyaksikan pertunjukan wayang potehu di Kampung Ketandan di kawasan Malioboro. Kampung Ketandan merupakan kampung pecinan. Di sana, tiap tahunnya diselenggarakan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.

Komentar