Berani ke 8 Tempat Terseram di Yogyakarta Ini Malem-Malem?


Kamis Mistis datang lagi! Udah siap merinding girang bareng Mister?

0
0
1

Ngomongin soal mistis, nggak ada negara atau kota yang luput dari cerita horror, termasuk Yogyakarta. Selain punya banyak tempat bernuansa budaya dan alam, kota ini juga punya tempat-tempat kheuseus yang bikin makhluk gaib betah. Mau berkunjung ke ‘rumah’ mereka? Nih, Mister kasih tahu 8 tempat terseram di Yogyakarta.

1. Ambarrukmo Plaza

amplaz

sumber foto: royalambarrukmo.com

Siang jadi tempat nongkrong manusia, malem jadi tempat bergaul para dedemit. Mall yang disebut Amplaz ini dulunya adalah tempat peristirahatan Sultan Hamengkubuwono VII yang dilengkapi kolam, kebun buah, dan kandang kuda. Sebenernya, Amplaz udah serem sejak sebelum dibangun.  Tukang bangunan kesurupan, eskalator yang tiba-tiba ngambek dan baru waras lagi setelah dikasih kembang tujuh rupa, sampai rumput yang nggak bisa dipangkas, semuanya pernah terjadi.  Sekarang, setelah tegak berdiri, kejadian seremnya malah makin banyak. Ada satu hantu yang suka nyamar jadi pengunjung dan masuk toilet lantai 1 saat petugas cleaning service bersih-bersih untuk terakhir kalinya. Ngeselinnya, makhluk ini nggak keluar-keluar meskipun udah ditungguin lama banget. Duuuh, bikin orang lembur aja!

2. Kandang Menjangan/Panggung Krapyak

kandang menjangan

sumber foto: suryaden.com

Nggak heran tempat ini angker. Umurnya udah 250 tahun! Bangunan yang berlokasi di kawasan berburu keluarga Keraton di jaman dulu ini didirikan untuk memperingati kerabat Keraton yang meninggal karena diseruduk menjangan (kijang). Seiring berjalannya waktu, tempat ini jadi makin gelap dan tertutup karena direnovasi dan ditambahi jeruji besi dan pagar pintu. Mungkin, saking gelap dan tertutupnya, ada ‘mbak-mbak’ baju putih berambut panjang yang jadi betah tinggal di sini. Lho, tahu dari mana? Soalnya, suatu hari pernah ada warga yang ngelewatin tempat ini malem-malem dan ngeliat si mbak lagi tergantung terbalik dari balik jeruji. Males banget, kaaan dikasih liat beginian??

3. Benteng Vredeburg

vredeburg

sumber foto: vredeburg.id

Bangunan jadul begini mustahil bersih dari makhluk halus, apalagi dulu sempet jadi tempat para tahanan Belanda. Tempat yang sekarang sering jadi lokasi acara seni ini punya penunggu tetap, lho. Doi rajin banget ngisengin pengunjung atau tukang becak yang mangkal di depannya. Siapakah dia? Jawabannya adalah Si Noni Belanda berkaki kuda. (Kok agak lucu, ya, ngebayanginnya…)

Mister nggak ngerti seperti apa keisengannya atau kenapa dia sampai punya empat kaki, tapi yang jelas temen-temen Si Noni di benteng ini juga nggak kalah serem: sekompi pasukan Belanda tanpa kepala yang muncul pagi-pagi buta!

 4. Bunderan Teknik UGM

bunderan teknik UGM

sumber foto: www.brilio.net

Kampus mana, sih, yang nggak ‘dihiasi’ makhluk halus? Di Universitas Gadjah Mada, kamu nggak boleh nyanyi lagu 'Gugur Bunga' kalau lewat Bunderan Teknik malem-malem. Kalau nyanyi lagunya JKT48 nggak apa-apa lah ya. (Cieee… ternyata diem-diem Mister wota juga…).

Bukannya Mister ngelarang kamu bersikap nasionalis, tapi katanya kalau nyanyi lagu ini, arwah para pejuang bakal dateng dan nemenin kamu. Kehadiran mereka ditandai bau kemenyan dan bunga yang tiba-tiba muncul gitu aja. Berani? Yaaa, kalau kamu nggak takut, kesempatan bagus, tuh, buat duet sekaligus foto bareng sama mereka!

5. Jalan Ring Road Barat

ring road barat

sumber foto: gambar-rumah.com

Kenapa tempat ini masuk dalam daftar tempat serem? Pertama, suasananya sepi banget kalau malem. Lebih banyak sawah ketimbang lampu-lampu perkotaan yang menghiasi jalan ini. Kedua, tempat ini dicap angker gara-gara cerita seorang mahasiswa yang naik motor sendirian malem-malem lewat sini. Di tengah jalan, si mahasiswa ngeliat gulungan rambut panjang yang menghampar begitu aja. Bukan, rambut itu bukan berasal dari konde ibu-ibu pulang kondangan yang terjatuh, melainkan dari sesosok misterius yang lagi berjongkok di tepi jalan! Saat si mahasiswa memacu motornya ngelewatin gulungan rambut itu, si sosok gondrong langsung lenyap nggak berbekas. Minta dikepang sekaligus dijambak kali yeee!

 6. Rumah Kentang Kotabaru

rumah kentang kotabaru

sumber foto: www.hariandepok.com

Ternyata Rumah Kentang bukan cuma ada di Bandung, tapi juga di Yogyakarta. Sekarang, sih, rumah ini udah digunakan sebagai kantor Bank. Kalau dulu, rumah jadul yang berdiri di seberang SMA Stellah Duce 1 ini sepi, nggak berpenghuni, dan pastinya angker. Sering tercium aroma kentang dari sini. Meskipun aroma macam begini bikin laper, tapi ternyata ini pertanda Genderuwo lagi ada di sana! Selain punya genderuwo, rumah ini juga punya lonceng kecil yang suka bunyi sendiri di depan pintunya. Waaaw, canggih, ya.

 7. Jembatan Perikanan UGM

jembatan perikanan UGM

sumber foto: www.huntnews.id

Rupanya tempat serem di UGM ada lebih dari satu! Yap, Jembatan yang menghubungkan Fakultas Perikanan dan gedung laboratium diagnostik Kedokteran Hewan ini juga nggak kalah angker dari Bunderan Teknik UGM. Udah banyak orang yang ngeliat wanita berkerudung misterius mendadak terjun dari jembatan ini. Menurut kabar burung, wanita ini bernama Rohana. Entah apa motif mbak Rohana sering caper peragain adegan bunuh diri begini. Mungkin dulu di sini emang ada wanita yang mengakhiri hidup karena patah hati, depresi, atau karena alasan lainnya. Saking terkenalnya, nama mbak Rohana udah akrab di telinga mahasiswa UGM dari berbagai angkatan. Dia jadi urban legend yang diceritain dari senior ke para junior.

8. Bioskop XXI

bioskop XXI

sumber foto: www.terseram.com

Bioskop ini dulunya adalah swalayan Hero dan bioskop Empire 21. Di sebelahnya berdiri juga bioskop Regent. Dua bioskop dan satu Hero ini apes banget karena mengalami kebakaran sebanyak dua kali. Kebakaran pertama tahun 1999 yang menghanguskan Hero dan Empire 21 emang nggak makan korban, tapi kebakaran kedua yang terjadi beberapa bulan kemudian di bioskop Regent makan korban 15 jiwa. Setelah 10 tahun terbengkalai, akhirnya bangunan ini direnovasi jadi Bioskop XXI. Meskipun wujudnya baru, ternyata ‘penghuni lama’nya masih ngontrak di sana. Katanya, kalau satu studio cuma diisi empat orang penonton, seketika studio itu bakalan terasa penuh. Padahal, setelah ditanya ke petugas, jumlah penonton (yang asli manusia) tetep empat orang. Hmmm ada apa, sih, dengan angka empat? Rupanya, dulu jumlah studio bioskop Regent yang terbakar ada empat. Selain itu, katanya sih masih ada empat korban jiwa yang jasadnya nggak ketemu sampai sekarang. Waduh… kalau gini mending ngajak orang nonton sekelurahan aja, deh!

Komentar

di setiap daerah memang selalu ada aja ya cerita-cerita seremnya.. 🙂

Tinggalkan Komentar: