06.Sep.2019

5 Atraksi Wisata di Manado dan Sekitarnya Ini Dijamin Bikin Kalian Terkesan


Pernahkah kalian berlibur ke Manado? Kalau pernah, tempat wisata apa yang kalian kunjungi? Bunaken, mungkin? Nggak heran kalau kalian ke sana sebab tempat itu merupakan wisata bahari di Manado yang lumayan tersohor. Nah, kalau suatu hari kalian berencana ke ibu kota Sulawesi Utara itu lagi, coba, deh, mampir untuk menikmati 5 atraksi wisata di Manado dan sekitarnya ini.

0
0
0

1. Jembatan Soekarno - Manado

Sumber: http://pariwisata.manadokota.go.id/index.php/C_Public/destinasi_detail/3

Surabaya dan Madura punya jembatan Suramadu. Palembang punya jembatan Ampera. Manado punya jembatan Soekarno. Tujuan penggunaan nama Soekarno adalah untuk memuluskan jalan saat melobi pemerintah pusat yang kala itu berada di bawah kepemimpinan Megawati. Awalnya, jembatan tersebut direncanakan untuk diberi nama Nyiur Melambai.

Jembatan Soekarno diresmikan pada 2012. Panjangnya mencapai 1.127 m. Saat berada di atasnya, kalian bisa melihat keindahan wisata alam Pulau Manado Tua. Di sekitar jembatan, banyak ditemukan tukang foto yang menawarkan jasa memotret sekaligus mencetak foto.

2. Taman Margasatwa Tandurusa - Bitung

Sumber: http://rasaberaksara.blogspot.com/2013/12/catatan-perjalanan-tercecer-sulawesi_17.html

Berkendara selama lebih kurang 90 menit dari Manado, kalian akan tiba di Kota Bitung. Di sana, tepatnya di Taman Margasatwa Tandurus, kalian bisa bertemu dengan hewan khas Sulawesi Utara yang bernama tarsius.

Kalian bingung dengan istilah taman margasatwa? Untuk lebih gampangnya, itu adalah kebun binatang. Kalian bingung juga dengan hewan bernama tarsius? Tarsius adalah kera. Kera terkecil di dunia yang termasuk dalam golongan nokturnal alias hewan yang aktif di saat malam.

Sumber: http://marinifang.blogspot.com/2013/04/melihat-tarsius-si-kera-terkecil-didunia.html

Satu-satunya wilayah di Indonesia yang punya tarsius adalah Sulawesi Utara. Jadi, kalau kamu berencana ke Sulut, jangan sampai lupa memasukkan Taman Margasatwa Tandurus dalam daftar kunjungan supaya bisa lihat tarsius. Selain tarsius, hewan lain yang bisa kalian temukan di sana adalah kuskus, kakaktua, elang laut, dan masih banyak lagi.

3. Kampung China – Manado

Sumber: https://sindomanado.com/2019/01/31/hiasan-lampion-sambut-tahun-baru-imlek-2019/ (foto oleh Marcos Budiman)

Jika ingin melihat keseharian warga Manado keturunan Tionghoa, kalian bisa datang ke Kampung China yang terletak di Jalan DI Pandjaitan. Di sana, kalian bisa berkunjung ke kelenteng Ban Hin Kiong yang merupakan kelenteng tertua di Manado. Kelenteng tersebut dibangun pada 1819.

Banyak perguruan bela diri yang lahir di Kampung China, seperti Perguruan Naga Hijau, Garuda Putih, dan Naga Kuning. Seni bela diri yang tumbuh dan berkembang di sana adalah wushu dan kungfu. Tak jarang, orang-orang dari luar Indonesia datang ke Kampung China untuk menimba ilmu bela diri.

Awal mula Kampung China berasal dari pembangunan benteng di pelabuhan di Manado. Beberapa pekerja yang membangun benteng tersebut berasal dari negeri tirai bambu. Mereka lantas tinggal bersama-sama di suatu wilayah. Di situ tinggal pula etnis Tionghoa lain yang berprofesi sebagai pedagang. Wilayah yang mereka diami itulah yang kini disebut Kampung China.

4. Tomohon International Flower Festival – Tomohon

Sumber: http://lionmag.net/web/2019/08/10/pesta-bunga-tomohon-international-flower-festival-2019

This is it, a must see attraction in North Sulawesi. Datang ke Sulawesi Utara, kurang lengkap jika tidak menyaksikan Tomohon International Flower. Festival bunga ini nggak kalah dengan festival bunga di luar negeri macam Festival Pasadena di AS dan Festival Keunkenhof di Belanda.

Saat menghadiri festival ini, bersiap-siaplah terpikat dengan cantiknya mobil-mobil pawai yang dihias dengan bunga krisan. Bunga krisan di Tomohon digadang-gadang sebagai bunga krisan terbaik di dunia. Selain pawai mobil, kalian juga bisa menyaksikan para model yang berlenggak-lenggok mengenakan busana bertemakan bunga.

Tomohon International Flower Festival digelar di sepanjang Jalan Raya Tomohon. Tiap kali digelar, festival tersebut sukses menyedot perhatian ribuan wisatawan, dalam dan luar negeri. Perjalanan dari Manado ke Tomohon memakan waktu sekitar 1 jam berkendara.

5. Modoinding Potato Festival – Minahasa Selatan

Sumber: http://www.elnusanews.com/2018/10/sukses-digelar-bupati-tetty-apresiasi.html

Modoinding Potato Festival adalah festival tahunan yang digelar di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan. Desa-desa di Kecamatan Modoinding dikenal sebagai desa penghasil sayur-mayur. Dalam Modoinding Potato Festival, kalian akan melihat pawai kendaraan hias yang diisi sayuran hasil olahan warga.

Nama festivalnya memang potato, akan tetapi bukan hanya kentang yang bisa dijumpai pada festival tersebut. Masih ada banyak sayuran lain. Menariknya, di akhir festival, kalian diperbolehkan untuk mengambil sayur-mayur yang ada di kendaraan hias. Lumayan, kan, dapat gratisan?

Perjalanan dari Manado menuju Modoinding cukup jauh, lebih kurang 4 jam berkendara. Rasa bosan dan lelah selama perjalanan akan terbayarkan setibanya di Modoinding. Pasalnya, desa-desa di kecamatan tersebut mempunyai pemandangan alam yang cantik berupa hamparan perkebunan. Belum lagi cuaca di sana cukup sejuk.

Satu hal menarik dari Modoinding sekaligus yang menjadi kekhasannya adalah mampu menghasilkan berukuran jumbo. Seberapa jumbo? Seukuran bola takraw. Gedhe banget, kan?

Komentar