Ushguli: Desa Tertinggi di Benua Eropa yang Belum Tersentuh Modernisasi


Belum banyak orang yang pernah mendengar nama desa satu ini. Padahal untuk ukurannya yang mini, Ushguli dipenuhi sama atraksi wisata menarik yang bahkan dilindungi sama UNESCO. Kalau Indonesia punya Dieng, Eropa punya Ushguli sebagai negeri di atas awannya mereka. Berada di ketinggian sekitar 2.192 meter di atas permukaan laut, Ushguli adalah desa tertinggi yang ada di benua ini.

0
0
0

Sumber foto: www.documentarytube.com

Lokasinya yang terpencil di Svaneti, Georgia, dan infrastrukturnya yang gak berkembang menjadikan desa ini jarang banget dikunjungi sama wisatawan. Padahal kamu liat aja sendiri, cantiknya bukan main! Mirip sama pemandangan desa kayak di film-film epic macam The Lord of the Rings atau Game of Thrones. Dihuni oleh sekitar 200 penduduk, Ushguli bahkan punya bahasa sendiri, yaitu Svan. Sayangnya, bahasa ini udah mulai punah karena sebagian besar anak muda Ushguli lebih suka ngomong dalam bahasa Georgia.

Sumber foto: cntraveler.com

Beda sama kebanyakan negara Eropa yang kita tahu, para penduduk di desa ini masih memegang erat budaya tradisional mereka. Contohnya bisa diliat dari bentuk rumah-rumah yang ada di sini. Dulunya, desa ini dilindungi sama lebih dari 300 menara pengawas. Seiring waktu, menara-menara ini runtuh dan tinggal sisa 30 yang sekarang dilindungi oleh UNESCO. Karena lokasinya yang berada di ketinggian, gak heran kalau Ushguli biasa tertutup salju selama 6 bulan dalam setahun.

Sumber foto: neonsky.com

Buat kamu yang tertarik ke sini, ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh. Salah satunya adalah dengan naik minibus selama kurang-lebih 2,5 – 3 jam dari Mestia. Siap-siap dikocok sepanjang jalan, karena jalanannya sebagian besar belum diaspal! Selain itu, kalau kamu biasa trekking atau hiking, bisa juga jalan kaki dari Mestia. Lumayan… butuh waktu 3 – 4 hari aja. Tapi jangan khawatir, pemandangan super cantik pegunungan beratapkan salju bakal menemani kamu.

Sumber foto: kbgeorgia.com

Hotel? Wah, kalau mau bermalam di sini, kayaknya kamu harus bawa tenda, deh. Jangan hotel, rumah sakit aja mereka gak punya. Makanya, Ushguli lebih cocok untuk jadi destinasi one day trip atau pulang hari buat yang lagi liburan ke Georgia. Tapi soal makanan jangan khawatir, ada beberapa kafe dan restoran yang tersebar di desa ini, kok. Kalau kamu gak mau tidur di tenda, tapi tetap pengin nginep di Ushguli, opsi lainnya adalah nginep di rumah penduduk. Harganya lumayan, sekitar Rp300 ribuan per malam, udah termasuk makan pagi, makan siang, dan makan malam.

Komentar

Tinggalkan Komentar: