22.Oct.2015

Uniknya Kerbau Rawa Amuntai


Salah satu destinasi wisata yang menarik di Amuntai Borneo adalah kerbau rawa. Terbatasnya lahan di Kalimantan dan terdesaknya luas tanah dengan tanaman kelapa sawit yang kian merajalela, menyebabkan masyarakat tidak mempunyai lahan lagi untuk berternak kerbau. Oleh karena itu, mereka memanfaatkan rawa atau. Dari sinilah istilah kerbau rawa berasal. Populasi kerbau rawa di Kalimantan saat ini sudah semakin jarang, dan yang masih banyak hanya di daerah Amuntai.

0
0
0

Kerbau rawa Amuntai merupakan hewan ternak yang banyak dipelihara oleh masyarakat Desa Danau Panggang sebagai mata pencaharian. Daerah ini sebagian besar dikelilingi oleh rawa dan menyulitkan masyarakat untuk memelihara kerbau, sehingga rawa di sekitarnya dimanfaatkan masyarakat Amuntai.

DJI00037

Jika dari Banjarmasin atau Bandara Syamsudin Noor, perjalanan ke kota Amuntai memakan waktu sekitar 4-5 jam. Jalan yang dilalui lumayan nyaman dan lancar apabila di hari biasa. Dilanjutkan dari Amuntai menuju Danau Panggang sekitar 2 jam. Jalan menuju Danau Panggang tergolong sempit dan sebagian besar pinggir jalan adalah rawa. Semakin mendekati tempat kerbau rawa Amuntai, daerah rawa semakin luas sehingga untuk perjalanan selanjutnya harus menggunakan perahu. Perahu yang bisa disewa untuk menuju lokasi kerbau rawa terletak di pasar Danau Panggang. Di sana terdapat sebuah dermaga kecil tempat perahu dan speedboat beroperasi.

P9290789

Selama perjalan menggunakan perahu menuju lokasi kandang kerbau rawa Amuntai, kamu akan disuguhi pemandangan rawa yang ditumbuhi tanaman enceng gondok dan rumah panggung milik warga perkampungan. Setiap rumah dihubungkan dengan jembatan kecil terbuat dari kayu yang tersusun rapi untuk akses jalan. Terdapat dataran kering di antara rawa. Datarang kering ini biasanya digunakan untuk kandang kerbau oleh masyarakat sekitar.

DJI00052

Kerbau rawa Amuntai memiliki sedikit perbedaan dengan kerbau darat, yaitu pada tanduk dan warna kulit. Kerbau rawa memiliki tanduk yang lebih panjang dan berwarna abu- abu agak cokelat. Hal ini akibat seringnya berendam di air rawa yang berlumpur. Setiap pagi, kerbau tersebut akan dilepaskan dan sore hari akan dimasukkan kembali ke kandang. Peternak kerbau hanya perlu menggembala dari atas perahu atau jukung.

P9290869

Jika kamu berasal dari luar kota seperti Jakarta, sebaiknya gunakan jasa pemandu wisata yang asli orang setempat. Selain memudahkan menuju lokasi, juga sangat membantu ketika mencari lokasi kandang kerbau rawa ini. Datanglah pada waktu pagi hari karena pada saat pagi kerbau-kerbau ini keluar dari kandang. Atau di sore hari jika memungkinkan, karena sore hari adalah saat di mana kerbau masuk ke kandang sehingga kita bisa melihatnya lebih leluasa. Ditambah pemandangan sore hari yang sangat indah. Jangan lupa membawa kamera untuk memotret pemandangan dan kerbau saat kamu berkunjung ke sini.

P9290812

Komentar