07.Feb.2020

Traveling sambil Belanja di Pasar Karetan di Kendal


Kendal adalah nama kabupaten di Jawa Tengah. Dari Semarang, ibu kota Jawa Tengah, jaraknya 1 jam berkendara. Di sana, ada satu tempat wisata yang cukup ngehitz, yakni Pasar Karetan. Hal menarik dari pasar tersebut adalah lokasinya yang berada di tengah hutan. Hal lain yang nggak kalah menarik adalah para penjualnya yang mengenakan kostum tradisional. Kuy, langsung aja kita belanja di Pasar Karetan di Kendal.

0
0
0

Sesuai namanya, lahan yang dijadikan Pasar Karetan ialah hutan karet. Hutan karet tersebut milik PT Perkebunan Nusantara. Di mana lokasi tepatnya? Di Radja Pendapa Camp di Desa Meteseh, Kabupaten Kendal. Dari Semarang kota, dapat ditempuh selama sekitar 1 jam berkendara.

Penggagas Pasar Karetan di Kendal adalah komunitas Generasi Pesona Indonesia yang bekerja sama dengan warga setempat. Pasar ini hanya buka pada Minggu dari pukul 6.00 – 11.00. Lebih awal datang, lebih baik, karena siang dikit, biasanya dagangannya udah pada ludes.

Meskipun Pasar Karetan merupakan pasar tradisional, kalian nggak akan ngerasa jijik, kok, saat ke sini. Kalian mungkin justru terkagum-kagum dengan spot Instagenic-nya, seperti payung hias warna-warni dan tentunya hutan karet itu sendiri. Apalagi, pohon karetnya diselubungi kain warna-warni. Makin cantik!

Sumber: https://c.mi.com/thread-1301746-1-0.html

Kalian yang bawa kendaraan bermotor saat pergi ke Pasar Karetan, kalian bisa memarkirnya di lapangan bola di Desa Meteseh. Dari sana, kalian berjalan menuju Pasar Karetan sejauh sekitar 800 meter. Kalau males jalan, kalian bisa naik odong-odong dan itu gratis.

Setibanya di Pasar Karetan, kalian akan disambut dengan keindahan dan kesejukan hutan karet. Masuk ke dalam, kalian mungkin udah nggak sabar buat berfoto-foto, karena seperti yang Mister bilang sebelumnya, pasar ini emang Instagenic banget.

Mister udah ngejelasin panjang lebar soal Pasar Karetan di Kendal, tapi kalian pasti bingung, sebenarnya yang dijual di pasar ini apa, sih? Oke, Mister kasih tahu. Jadi, yang dijual di Pasar Karetan adalah kuliner tradisional. Ada pecel, sate kelapa, nasi mangut, cenil, gethuk, tiwul, jenang, wedang rempah, dan masih banyak lagi.

Sumber: http://seputarsemarang.com/pasar-karetan-destinasi-wisata-baru-dengan-konsep-alam/

Di antara banyaknya makanan yang dijual di Pasar Karetan, yang paling banyak diburu pengunjung adalah pecel. Seporsi pecel berisi aneka sayuran, siraman bumbu kacang, dan gendar (semacam lontong). Harganya murah meriah, nggak nyampe Rp10.000.

Makanan-makanan di Pasar Karetan diletakkan di lapak-lapak yang berupa gazebo yang beratapkan dedaunan kering. Penampilan para penjualnya cukup menarik, lho. Mereka mengenakan kebaya, jarik, dan capil (topi berbentuk kerucut terbuat dari bambu). Bener-bener tradisional, deh, pokoknya.

Sumber: https://www.perjalananadibio.com/2019/01/pasar-karetan-dengan-beribu-jajanan.html

Oleh karena konsep yang diusung pada Pasar Karetan adalah back to nature, para penjual nggak boleh menggunakan plastik. Sebagai gantinya, mereka menggunakan tempat makan atau minum berbahan alami, seperti mangkok dari batok kelapa, piring dari rotan, dan gelas dari tanah liat.

Alat pembayaran yang berlaku di Pasar Karetan di Kendal adalah girik. Itu adalah koin yang terbuat dari kayu. Jadi, kalau mau berbelanja di pasar ini, kalian mesti nukerin dulu uang rupiah dengan girik.

Girik (sumber: https://www.perjalananadibio.com/2019/01/pasar-karetan-dengan-beribu-jajanan.html)

Harga satu girik bervariasi dan itu bisa dilihat pada tulisan yang terteran di girik. Ada yang loro setengah (Rp2.500), limo (Rp5.000), dan sepuluh (Rp10.000)

Selain beragam kuliner tradisional, Pasar Karetan juga nyediain wahana permainan tradisional untuk anak, misalnya ayunan, egrang, dan hulahop dari bambu. Pada waktu tertentu, kalian juga bisa menyaksikan pertunjukan reog dan live music.

Komentar