Tempura: Makanan Khas Jepang yang Ternyata Bukan dari Jepang!


Nah, lho. Bingung gak kamu? Bukannya selama ini tempura selalu ada di semua restoran Jepang? Kayaknya hampa banget kalau makan bento atau ramen gak ada tempuranya. Kalau bukan dari Jepang, terus dari mana, dong, asal makanan tepung-tepungan ini?

0
0
0

sumber foto: cozinhasemavental.blogspot.co.id

Sejarah tempura sendiri sebenernya agak lucu. Dulu, di tahun 1543 ada kapal China yang dihuni tiga pelaut Portugis yang menuju Makau. Di tengah jalan, kapal itu kehantam ombak dan malah nyasar di Tanegashima, Jepang. Setelah menapakkan kaki di daratan dan dikata-katain bangsa barbar sama warga lokal karena bentuk fisik mereka yang “beda”, akhirnya orang Jepang bersedia berdagang sama pihak Portugis. Mulai dari barter senjata, sabun, rokok, wol, sampai resep masakan!

sumber foto: orsimages.unileversolutions.com

Sayang, Portugis terpaksa angkat kaki di tahun 1639 gara-gara pemerintah Jepang anggap agama Kristen bisa jadi ancaman buat masyarakat Jepang. Untungnya, resep warisan mereka, yaitu peixinhos da horta, udah terlanjur bikin orang Jepang naksir. Kalau awalnya menu ini cuma berupa buncis yang digoreng, lama kelamaan orang Jepang berinovasi dengan banyak bahan makanan. Mulai dari ubi manis, udang, sampai jamur, semuanya bisa digoreng dan akhirnya disebut tempura.

sumber foto: andrewzimmern.com

Dari peixinhos da horta kok bisa berubah nama jadi tempura? Begini ceritanya. Dulu, peixinhos da horta biasa dimakan selama periode puasa sebelum Paskah. Kata “tempura” sendiri berasal kata dalam bahasa Latin, “tempora” yang mengacu ke masa puasa ini. Gereja memang menganjurkan umatnya gak  makan daging selama masa puasa itu, makanya orang Portugis menggoreng sayur sebagai pengganti ikan, ayam, dan daging. Kalau diterjemahin, peixinhos da horta sendiri berarti “ikan kecil di tengah taman.”

sumber foto: taste.com.au

Selain buat menu selama masa puasa, tempura-nya orang Portugis ini juga banyak dikonsumsi keluarga kurang mampu yang gak bisa beli daging. Selain murah, makanan ini bisa tahan lama, jadi banyak juga pelaut yang bawa bekal ini buat perjalanan panjang mereka. Sama kayak orang Jepang, piexinhos da horta alias tempura jadi makanan nostalgia jaman anak-anak. Mirip-mirip jajanan siomay atau batagor SD di sini kali, ya!

Komentar

Tinggalkan Komentar: