19.Sep.2019

Wang Saen Suk, Taman Neraka di Thailand yang Penuh dengan Patung Ngeri


Bagaimana rasanya berada di neraka? Panaskah? Seramkah? Menakutkankah? Segala pertanyaan kalian tentang neraka akan terjawab di Taman Wang Saen Suk di Thailand. Kalian yang punya nyali cukup besar, silakan ke sana. Kalian yang bernyali ciut, lebih baik jauh-jauh dari taman itu. Bisa-bisa kalian mulas saat melihat apa yang ada di taman itu. Memang apa, ya, isinya?

0
0
0

Taman Wang Saen Suk berada di daerah Chon Buri. Jaraknya sekitar 90 menit berkendara dari Bangkok, ibu kota Thailand. Saat kalian pergi ke Bangkok dan ingin mengeskplorasi atraksi wisata yang berbeda dari biasanya, kalian bisa coba datang ke sana. Namun, sekali lagi perlu diingat, Taman Wang Saen Suk hanya cocok bagi kalian yang bernyali besar.

Di pintu masuk, kalian disambut patung sang Buddha berukuran besar yang tertawa lebar. Di pundak dan perutnya, terihat patung anak-anak yang mengerumuninya. Alasan menempatkan patung sang Buddha adalah karena isi Taman Wang Saen Suk didasarkan pada ajaran dalam agama Buddha.

Sumber: https://life-trip.ru/hram-ada-i-raya-wat-saen-suk-v-bang-saen/

Ajaran yang dimaksud adalah traibhumi phra ruang. Dalam ajaran tersebut diyakini bahwa ketika seseorang meninggal, ia akan diseleksi empat kali. Seleksi tersebut menentukan apakah ia berhak masuk surga atau tidak.

Berhak tidaknya seseorang masuk surga ditentukan dari proporsi perbuatan baik dan buruk. Jika perbuatan baik lebih banyak, maka orang tersebut boleh masuk ke surga. Jika perbuatan buruk lebih banyak, maka orang tersebut masuk ke neraka atau naraka dalam ajaran agama Buddha.

Sumber: http://www.thebohemianblog.com/2013/06/wang-saen-suk-hell-garden-thailand.html

Namanya saja neraka. Tentu ada hukuman yang menanti di sana. Semakin berat kadar perbuatan buruknya, semakin berat pula hukumannya. Hukuman-hukuman itulah yang ditampilkan di Taman Wang Saen Suk. Gaya patung-patung di sana merepresentasikan betapa kejamnya hukuman di neraka. Jika nggak tahan melihatnya, bisa-bisa kalian mulas.

Ada patung seorang laki-laki yang dihukum dengan memanjat pohon berduri sampai tangannya berdarah. Seakan itu belum cukup kejam, ada burung gagak yang menyerang matanya. Ada patung seorang perempuan yang alat vitalnya ditusuk. Itu adalah hukuman yang diterimanya akibat melakukan aborsi.

Sumber: http://www.thebohemianblog.com/2013/06/wang-saen-suk-hell-garden-thailand.html

Ada pula patung seorang laki-laki yang dicungkil matanya dan dipenggal kepalanya. Ada juga yang kepalanya berubah menjadi kepala babi (hukuman bagi yang melakukan korupsi). Ada yang dimasak di kuali mendidih, tubuhnya dikuliti, tubuhnya disiksa dengan kapak, tubuhnya dicabik-cabik hewan, lidahnya ditarik keluar, dan perutnya digergaji sampai isi perutnya keluar semua.

Bukan hanya menampilkan secara “real” kejamnya hukuman di neraka, Taman Wang Saen Suk juga turut menampilkan ekspresi orang-orang yang dihukum. Ada yang matanya melotot saking merasa kesakitan. Ada pula yang hanya memasang tampang memelas saking pasrahnya.

Dari ratusan patung yang ada di Taman Wang Saen Suk, ada dua patung menjulang yang cukup menyita perhatian. Patung yang berwujud laki-laki bernama Nai Ngean-Nai Ngean (yang laki-laki) dan yang bewujud perempuan bernama Nai Thong-Nang Thong (yang perempuan). Wujud keduanya cukup membuat pengunjung bergidik ngeri. Mata melotot, organ tubuh terlihat, dan lidah menjulur keluar.

Buddhist Hell Garden - 1-DR

Sumber: http://www.thebohemianblog.com/2013/06/wang-saen-suk-hell-garden-thailand.html

Semasa hidup, Nai Ngean-Nai Ngean dan Nai Thong-Nang Thong juga melakukan perbuatan berdosa dan kini mereka menjelma menjadi sosok hantu. Di bawah patung Nai Ngean-Nai Ngean dan Nai Thong-Nang Thong, ada patung empat orang yang dimasak hidup-hidup dalam kuali mendidih sambil dicungkil matanya.

Patung-patung di Taman Wang Saen Suk memang menyeramkan. Namun, sebenarnya, patung-patung tersebut mengingatkan para pengunjung untuk rajin berbuat baik selama hidup di dunia dan sebisa mungkin menghindari perbuatan buruk. Jadi, gimana, nih, ges berani gak datang ke Taman Wang Saen Suk?

Komentar