20.Feb.2020

Siap-Siap Bergidik Ngeri saat Nonton Tari Calonarang di Bali


Pernah berlibur ke Bali? Mister tebak, pasti banyak di antara kalian yang pernah traveling ke sana. Bali emang selalu jadi destinasi wisata favorit. Banyak objek wisata dan kebudayaan menarik di sana. Salah satu budaya di Bali yang asyik ditonton adalah tari Calonarang. Tapi, awas! Kalau kalian penakut, mending gak usah nonton tari ini, karena berbau mistis gitu.

0
0
0

Tari Calonarang berkisah tentang pertempuran antara Mpu Bharada dan Calonarang. Calonarang adalah janda yang menguasai ilmu hitam. Marah karena tidak ada pria yang mau melamar anaknya, Calonarang menyebar kutukan. Untuk menghentikannya, dikirimlah Mpu Bharada.

Kisah Calonarang sebenarnya berasal dari Kerajaan Kediri, Jawa Timur, tapi lalu berkembang sampai ke Bali. Ada tiga pemeran dalam pementasan tari Calonarang, yakni wanita pemeran Calonarang, pria pemeran Mpu Bharada, dan para pria pemeran warga yang terserang kutukan Calonarang.

Ketika pemeran Calonarang melancarkan kutukan, hantunya orang Bali, leak turut hadir yang ditandai dengan bola-bola api yang meluncur di udara. Selain kehadiran leak, tanda lain yang menunjukkan berhasilnya kutukan Calonarang adalah para pria pemeran warga menjadi kerasukan.

Calonarang (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Satua_Calonarang_performance_by_AyuBulan_Legong_Dance_Group,_International_Conference_on_Feminism,_2016-09-24_02.jpg // by Crisco 1492)

Ngelihat orang kerasukan udah ngeri, kan? Tapi, ada hal yang lebih ngeri, yakni akan ada di antara para pria yang kerasukan tadi yang meninggal. Iya, MENINGGAL. Memang harus ada satu orang yang jadi korban dan siapa pun orangnya harus siap meninggal.

Orang yang dikorbankan tahu betul bahwa risiko terlibat dalam pentas tari Calonarang adalah kehilangan nyawa, tapi itu bukan masalah. Bagi orang Bali, kehilangan nyawa saat berpartisipasi dalam tarian spiritual dianggap sebagai pengorbanan suci pada Tuhan YME.

Memang gak selamanya si korban bakal meninggal. Untuk menghindarinya, sebelum pertunjukan tari dimulai, ada ritual khusus bagi para penari yang memerankan warga yang terkena kutukan Calonarang. Nah, jika ritual gak berjalan mulus, maka hal buruk bakal terjadi pada penari yang ditunjuk jadi korban.

Mpu Bharada yang berdandan layaknya barong (sumber: https://pesona.travel/keajaiban/3912/tari-barong-budaya-sakral-khas-pulau-dewata // by Jaka Thariq)

Setelah adegan Calonarang menyerang para warga dengan kutukan dan membuat mereka kerasukan, bahkan meninggal, adegan selanjutnya adalah Mpu Bharada melawan Calonarang. Pemeran Mpu Baradha berdandan seperti barong.

Mpu Bharada menang atas Calonarang. Kekalahan Calonarang ditunjukkan dengan tusukan pada perutnya yang berasal dari keris. Saktinya, meskipun ditusuk keris, pemeran Calonarang sama sekali gak berdarah. Ini karena dia telah dirasuki roh yang membuatnya kebal terhadap tusukan.

Pertunjukan tari Calonarang digelar pada malam hari di Pura Dalem, pura untuk pemujaan Dewa Siwa. Dewa Siwa dikenal sebagai dewa pemusnah yang bertugas menghancurkan segala sesuatu yang fana di dunia dan mengembalikan ke asalnya.

Sumber: https://persinggahan.wordpress.com/2009/11/22/menafsir-ulang-kisah-calonarang/

Saat nonton pentas tari Calonarang, kalian musti nonton sampai selesai alias gak boleh pulang di tengah-tengah pertunjukan. Entah berapa lama durasinya – bisa sampai tengah malam bahkan subuh – kalian harus stay.

Peraturan di atas wajib ditaati. Kalau kalian melanggar, kalian bisa-bisa dicegat leak dalam perjalanan pulang. Ngeri, kan? Jadi, pikirin mateng-mateng, deh, sebelum nonton pertunjukan tari ini. Kalau emang takut, mending gak usah ikutan nonton.

Baca juga: Pertunjukan Tari Seblang Asal Banyuwangi Ini Mengandung Unsur Mistis. Awas Merinding!

Komentar