05.Mar.2018

Serunya 7 Kisah Pendakian Everest Paling Luar Biasa Sepanjang Sejarah


Siapa, sih, yang gak tahu Everest? Disebut "Sagarmatha" dalam bahasa setempat (Nepal), gunung ini diibaratkan "Mekah"nya para pendaki gunung. Tanya siapa pun temen kamu yang hobi manjatin gunung, dijamin impian terbesar mereka adalah bisa ke Nepal untuk mendaki gunung Everest. Ribuan orang sejak dulu udah nyobain ke sana dan banyak kisah luar biasa yang pastinya inspiratif banget. Nah, siapa aja yang punya pengalaman paling mencengangkan pas ngedaki Everest? Ini dia 7 orang hebat yang berhasil ngukir sejarah!

0
0
0

1. Anatoli Boukreev

sumber foto: youtube.com

Satu hal penting yang harus dipunyain semua pendaki Everest: nyali yang gede. Anatoli Boukreev berhasil membuktikan kalau dia punya nyali super besar yang digabungkan dengan kenekatan luar biasa dan kebaikan hati. Bayangin, dia mendaki Everest tanpa oksigen, kelelahan, tapi masih sempet-sempetnya menyelamatkan orang gak dikenal!

Setelah berhasil nyampe puncak dan lagi balik turun di tahun 1996, dia denger kabar ada sekelompok orang yang terjebak badai. Meskipun udah capek banget, dia lari keluar dari tendanya dalam keadaan gelap gulita dan berhasil nyelametin 3 orang. Selama hidupnya, Boukreev berhasil mencapai 10 dari 14 puncak tertinggi di dunia, tanpa oksigen.

2. Apa Sherpa

sumber foto: thule.com

FYI, Sherpa adalah sebutan buat suku setempat yang terkenal dengan kemampuan mendaki gunungnya. Banyak pendaki yang menggunakan jasa Sherpa buat ngebantu mereka menaklukkan Everest. Dari sekian banyak Sherpa yang jadi tour guide, Apa Sherpa adalah anggota suku paling luar biasa. Selama lebih dari 20 tahun, hampir setiap tahun (kecuali 1996 dan 2001) Apa gak pernah absen mendaki Everest. Bahkan, di tahun 1992 dia berhasil mencapai puncak dua kali! Pemegang rekor mendaki Everest terbanyak (21 kali)) ini bisa dibilang selebritasnya Nepal dan dia mutusin pensiun di usia 51. Alasan pensiunnya pun manis banget: dilarang istri. Hihihi.. Oh, ya, satu lagi, Apa juga udah bolak-balik ke Khumba, lapisan es paling bahaya di Everest, sebanyak 1000 kali!

3. Tenzing Norgay

sumber foto: screenertv.com

Jaman dulu, sebelum Everest tersentuh pendaki, banyak negara bersaing buat dulu-duluan mencapai puncaknya. Nah, Tenzing Norgay adalah salah satu orang yang paling pertama nyampe puncak Everest. Sebagian dari prestasinya ini disebabkan oleh hasrat Inggris untuk jadi yang paling pertama dengan cara ngebentuk tim besar. Tim pendakian Everest mereka yang berjumlah 300 orang ini dipimpin perwira Perang Dunia Dua dan menggunakan taktik militer!

Awalnya berjumlah ratusan orang, tim mengkerucut jadi 10 orang dan akhirnya 2 orang dipilih buat mencapai puncak, yaitu Tenzing dan Edmund Hillary. Akhirnya, Tenzinglah yang mencapai puncak karena Hillary menyerahkan kehormatan itu sebagai rasa terima kasihnya karena Tenzing udah nyelametin nyawanya.

4. Eric Shipton

sumber foto: photodivision.gov.in

Sama kayak Tenzing, bapak yang satu ini juga termasuk pelopor pendakian Everest. Bahkan dia udah aktif mendaki gunung ini di tahun 1930an, saat belom banyak orang tahu gimana cara ke sana. Mungkin ini sebabnya Shipton selalu diajak tiap kali ada rombongan yang mendaki Everest. Shipton jugalah yang ngebuka banyak rute bagus dan nemuin Khumbu, lapisan es berbahaya yang sering didatengin Apa Sherpa. Kerennya lagi, dia berhasil foto jejak kaki Yeti di tahun 1951! Nah, di tahun 1931, dia berhasil nyampe di puncak Kamet, titik setinggi 7756 meter dari permukaan laut yang belom pernah dicapai siapa pun.

5. Nawang Gombu

sumber foto: markhorrell.com

Biasanya, dalam satu keluarga pasti ada aja beberapa orang yang punya minat atau profesi yang sama. Nawang Gombu, contohnya. Dia adalah keponakan Tenzing Norgay sekaligus orang pertama yang berhasil mendaki Everest dua kali. Dia juga jadi peserta ekspedisi termuda waktu Everest Summit tahun 1953, waktu umurnya masih 17 tahun. Nawang berhasil gabung jadi peserta setelah kabur dari biara dan ketemu sama Tenzing. Kerennya, meskipun waktu itu dia gak punya pengalaman dan agak kelebihan berat badan, dia tetep berhasil mendaki!

6. George Mallory

sumber foto: sankeyvalleystjames.primaryblogger.co.uk

Meninggal saat pendakian di tahun 1924, bisa dibilang George Mallory berhasil mencapai puncak Everest lebih dulu dari siapa pun, bahkan sebelom Tenzing Norgay. Sayangnya, dia ilang dari pandangan di ketinggian 800 kaki dari puncak. Sejak saat itu, gak ada orang yang pernah ngeliat dia lagi sampai akhirnya jasadnya ditemuin di tahun 1999. Waktu ditemuin, gak ada orang yang bisa nentuin penyebab kematiannya. Kepalanya tertancap kapak besar yang bikin orang punya dua tebakan: dia meninggal dibunuh atau jatoh dan kepalanya menancap ke kapak yang ada di tanah.

7. Reinhold Messner

sumber foto: wikimedia.org

Bapak yang satunya ini kayaknya bukan manusia, guys. Menurut catatan sejarah, dialah satu-satunya orang yang mendaki Everest tanpa bantuan oksigen DAN sendirian! Ilmuwan bilang hal ini mendobrak bates kemampuan badan manusia. Selain jadi orang pertama yang berhasil mendaki 14 gunung dengan ketinggian lebih dari 26.000 kaki, Messner juga berhasil menjelajah Gurun Gobi sendirian dan jadi orang pertama yang menyeberangi Antartika dan Greenland tanpa bantuan alat seluncur. Dewa banget, deh!

Komentar