30.Apr.2018

Serunya 6 Festival Kuno Paling Gak Biasa di Dunia


Manusia, di mana pun tempat tinggalnya, pasti pernah merayakan sesuatu dalam hidupnya. Mau di Barat atau Timur, di Afrika atau Antartika, pasti tiap masyarakatnya punya festival yang rutin diadain sejak jaman Firaun masih maen tamiya. Nah, di antara banyak festival seru di dunia, ada beberapa festival kuno paling aneh yang masih bertahan sampai sekarang. Penasaran apa aja? Nih, Mister ceritain satu-satu!

0
0
0

1. Festival Akbar Mencuci Kepala (Mahamastakabhisheka) di Shravanabelagola,A�India

sumber foto:A�firstpost.com

Ini festival keramas bareng? Bukan, sodara-sodara! Festival yang udah dilakukan sejak abad 981 Masehi ini tujuannya adalah mencuci kepala patung Bahubali yang super GEDE BANGET. Siapakah Bahubali? Orang yang arti namanya adalah a�?lengan kuata�? ini adalah dewanya penganut Jainisme. Dia dipercaya hidup sekitar 20.000 tahun lalu dan saat itu dia nantang duel saudaranya sendiri, Bharat, buat nentuin siapa yang berhak jadi penguasa Kerajaan Abhanatha. Dengan lengannya yang kuat banget, dia hampir aja ngebunuh Bharat dalam duel itu. Bahubali ketakutan sendiri sama kekuatannya, jadi akhirnya dia lepas semua bajunya, jambak rambutnya sampai botak, terus berdiri telanjang bulat gak bergerak selama setahun penuh.

Inilah asal muasal kenapa 2 juta jiwa umat Jainisme nyuci patung Bahubali selama 10 hari dalam festival ini. Saking pentingnya ritual nyuci ini, pernah ada penganut Jain yang rela bayar 17,8 miliar rupiah buat jadi orang pertama yang nyuci patung itu! Udah gitu, festival unik ini cuma diadain 12 tahun sekali dan kebetulan bakal diselenggarakan tahun 2018 ini. Yuk, pesen tiket pesawat ke India!

2. Festival Monlam Akbar di Biara Labuleng, Tibet Timur

sumber foto:A�adventuretourchina.com

Dibangun tahun 1709, Biara Labuleng adalah pusat sekte Topi Kuning dalam Budhisme Tibet alias pengikutnya Dalai Lama. Nah, dalam festival yang diadain selama 4 hari di bulan Februari ini seluruh biksu menghadiri Diskusi Besar yang dihadiri Dalai Lama sambil mengharap berkat dari beliau sekaligus ngerayain dimulainya tahun baru Tibet. Sekilas kedengeran biasa aja? Tunggu sampai kamu tahu kondisi di sana!

Berhubung biara ini ada di ketinggian 3.260 meter dari permukaan laut, temperatur di sana bisa turun sampai -27a?�C dan a�?dimeriahkana�? sama badai salju! Hebatnya, para biksu yang cuma pakai kain tipis dililit di badan sama sekali gak kedinginan. Katanya, sih, ini berkat meditasi khusus yang rutin mereka lakuin.

3. Festival Virgen delA�Carmen diPaucartambo,A�Peru

sumber foto:A�easyvoyage.co.uk

Di suatu tempat terpencil di kaki Gunung Ausangate, ada kota kecil bernama Paucartambo yang merayakan hari Ibu Bumi, penjaganya masyarakat Mestizo (keturunan Spanyol a�� Indian Amerika). Festival yang udah dilangsungkan sejak tahun 1662 ini jadi kesempatan bagi warga Paucartambo buat memperbarui iman dan harapan. Uniknya, banyak dari mereka yang berpakaian ala burung atau hewan mitos lainnya buat narik perhatian patung Bunda Maria berukuran besar yang diarak keliling kota. Hm, apa alasannya, ya? Kenapa Bunda Maria? Kenapa harus caper pakai kostum hewan? Apa hubungannya sama hari Ibu Bumi? Sampai sekarang Mister pun gak tahu jawabannya.

4. Tarian Tanduk Abbots Bromley di Staffordshire,A�Inggris

sumber foto:A�pinterest.co.uk

Rupanya, tarian tanduk rusa ini dilakukan sebagai bentuk perayaan kesuburan dan berakar dari kebiasaan kaum pagan saat berburu sejak era Saxxon. Biasa diadain di hari Minggu pertama setelah tanggal 4 September, ada sekitar enam pasang tanduk yang dipakai penari dalam ritual ini. Menurut catetan sejarah, tarian ini pertama kali ditampilin di tahun 1065, di jaman Penaklukan Norman. Apa yang dimaksud peristiwa Penaklukan Norman? Ini adalah peristiwa waktu Normandy (provinsi di Prancis Selatan) berhasil menggulingkan pemerintahan Inggris yang dipimpin Raja Harold. Mungkin karena latar belakangnya pas perang, dan karena disebutin dalam Injil, tanduk rusa jadi simbol kekuatan dan akhirnya berkaitan juga sama kesuburan.

5. Tarian Ular Hitamnya Klan Apenda di Papua Nugini

sumber foto:A�leggypeggy.com

Tetangganya Papua ini, tepatnya si Klan Apenda, punya pertemuan tahunan yang disebut sing-sings. Pertemuan ini jadi ajang ekspresi solidaritas suku dan kekuatan. Biasanya, setelah sing-sings, anggota suku bakal nampilin tarian Ular Hitam yang gerakan dan formasinya unik banget. Semua penarinya adalah laki-laki dari segala umur, ngecat badannya dengan cat item, terus mikul ular boongan yang terbuat dari gabus. Mungkin bisa dibilang mirip pertunjukan liong pas Imlek tapi versi kulit hitam, ya. Oh, ya, buat kamu yang mau liat langsung, kamu bisa ke sana sekitar bulan September a�� Oktober.

6. Biswa Ijtema di Sungai Turag, Tongi, Bangladesh

sumber foto:A�voanews.com

Denger-denger, festival ini skalanya ngalahin jumlah orang yang ngumpul di Mekkah buat ibadah Haji! Dinobatin sebagai festival Muslim terbesar di dunia, dalam sehari Biswa Istema bisa ngumpulin 5 juta penganut Islam, dua kalinya jumlah peserta Haji dari seluruh dunia. Padahal, Bangladesh sendiri adalah negara super kecil yang populasinya 144 juta jiwa! Kebayang, kan, padetnya kayak gimana? Buat penduduk Bangladesh yang rata-rata hidup di bawah garis kemiskinan, festival Biswa Ijtema yang diadain tiap bulan Januari ini bisa jadi ajang nyari berkah Allah tanpa harus berangkat jauh-jauh ke Arab Saudi.

Komentar