18.May.2016

Sababay, Wine Lokal Favorit Dunia


Negara apa aja, sih yang terlintas di pikiran kamu kalau ngomongin soal minuman anggur atau wine? Italia? Prancis? Eh, kamu tahu nggak kalau ternyata negara kita juga punya industri penghasil wine yang udah diakui secara internasional, lho. Yap, Sababay namanya!

0
0
0

Nama Sababay sendiri berasal dari lokasi di mana kilang anggur ini berada, yaitu Teluk Saba (Saba Bay). Buat kamu yang belum tahu, Teluk Saba ini ada di wilayah Gianyar, Bali. Coba, deh bayangin Aladiners... wine yang satu ini bener-bener 100% produksi lokal. Bukan cuma para pekerja dan pemiliknya aja yang berasal dari Indonesia, bahkan semua anggur yang digunakan berasal dari ladang pertanian lokal di Bali.

Sumber foto:A�sababaywinery.com

Buat kamu yang belum tahu, ada 2 jenis wine yang banyak dikenal dunia, yaitu Old World Wines dan New World Wines. Minuman anggur yang masuk dalam kategori Old World Wines berasal dari negara-negara yang sudah lama terkenal sebagai penghasil wine, seperti negara-negara dari Benua Eropa dan Afrika Utara. Sedangkan New World Wines berasal dari area-area yang belum lama merambah dunia winery, seperti AS, Amerika Selatan, Afrika Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Nah, kalau Sababay sendiri masuk ke dalam kategori New Latitude Wines, yaitu wine yang berasal dari negara-negara yang belum dikenal sebagai area penghasil wine, seperti Brazil, India, Thailand, Vietnam, dan Indonesia pastinya. Kok, bisa, ya? Ternyata, Aladiners, anggapan bahwa wine yang baik cuma bisa dihasilkan di negara-negara berhawa sejuk itu salah. Jika sebelumnya kebanyakan orang berpikir bahwa anggur hanya bisa tumbuh di tanah yang kering dan bercuaca dingin saat malam, sekarang mulai berubah.

Sababay 6

Sumber foto:A�www.onceinalifetimejourney.com

Anggur, seperti tanaman lainnya, bisa beradaptasi dengan lingkungan. Selain ada beberapa varietas anggur yang bisa tumbuh dengan baik di area tropis, perkembangan teknologi winery dan sistem irigasi pun juga turut berperan penting dalam munculnya New Latitude Wines. Makanya, sekarang Indonesia pun bisa menghasilkan wine yang berkualitas.

Sababay 5

Sumber foto:A�www.onceinalifetimejourney.com

Sababay dibuat dari 2 varietas anggur, yaitu Alphonse LavallA�e dan Muscat Saint Vallier yang ditanam di perkebunan seluas 65 hektar. Kerennya lagi, mesin pemroses anggur Sababay cuma bisa ditemukan di Indonesia, lho. Mesin ini terbuat dari stainless steel dan dilengkapi dengan horizontal dan vertikal pressing, ruang fermentasi, dan pembotolan otomatis. Hebat, ya!

Sumber foto:A�sababaywinery.com

Dengan total 6 jenis wine, Sababay udah diakui kualitasnya oleh dunia. Makanya, nggak heran kalau Sababay udah berhasil menyabet beberapa penghargaan internasional, seperti WSA Singapore 2014, CWSA 2014, dan HKIWSC 2014. Bahkan di tahun 2015 kemarin, 3 produk Sababay yaitu White Velvet, Moscato da��Bali, dan Reserve Red berhasil memenangkan medali perak dan Seal of Approval dari ajang The AWC Vienna International Wine Challenge! Penghargaan ini bukan main-main, lho Aladiners. The AWC Vienna International Wine Challenge adalah ajang kompetisi wine tahunan terbesar di dunia yang diikuti oleh 1.800 produsen wine dari 40 negara.

Sababay 2

Sumber foto:A�Sababay Facebook

Nah, kata siapa industri lokal Indonesia nggak bisa bersaing dengan produk-produk luar negeri? Selain kualitasnya tidak kalah dengan wine asal Eropa, harga yang ditawarkan pun relatif lebih murah. Masyarakat dunia aja udah mengakui kualitas produk kita. Masa kamu masih berbangga diri, sih menggunakan produk luar negeri? Makanya, yuk kita terus dukung perkembangan industri lokal dengan menggunakan produk-produk dalam negeri!

Komentar