29.Mar.2019

Menikmati “Negeri di Atas Awan” di Bukit Jamur Bengkayang


Kegiatan mendaki memang gak pernah mudah, termasuk mendaki menuju puncak Bukit Jamur Bengkayang. Butuh fisik yang kuat dan mental sekuat baja untuk melalui medan yang berat. Namun, begitu sampai di sana, rasa lelah kalian seketika hilang saat melihat pemandangan alamnya yang memikat. Bonusnya, kalian bisa menikmati sensasi “negeri di atas awan”.

0
0
0

Oleh warga setempat, Bukit Jamur Bengkayang dikenal juga dengan sebutan Gunung Batu. Bukit yang punya ketinggian 500 mdpl itu berlokasi di Desa Belangko, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Jadi, titik awal keberangkatan menuju Bukit Jamur adalah Desa Belangko. Dari Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, dibutuhkan waktu 5 jam perjalanan darat untuk mencapai Desa Belangko. Setibanya di Desa Belangko, kalian bisa menitipkan kendaraan bermotor di rumah penduduk.

Saat mendaki menuju puncak Bukit Jamur Bengkayang, kalian akan melewati jalan setapak, hutan karet, serta ilalang setinggi dada. Lama waktu perjalanannya ialah 2 jam. Kalau kalian mulai lelah, kalian bisa beristirahat sebentar di pondok-pondok yang tersedia di sepanjang perjalanan.

Bukit Jamur Bengkayang

Sumber fotohttp://www.secercah.web.id/2017/04/bukit-jamur-bengkayang.html

Kalian juga akan menjumpai sebuah jembatan dalam perjalanan menuju Bukit Jamur Bengkayang. Jembatan tersebut bukan jembatan biasa karena punya sebutan “Jembatan Cinta”. Dinamakan demikian karena banyak pasangan muda-mudi yang menghabiskan waktu mereka di jembatan tersebut. Jembatan cinta terletak di atas Sungai Sebalo yang punya kandungan emas yang cukup tinggi. Banyak warga setempat yang mendulang emas di sungai yang punya julukan Dompeng itu.

Begitu sampai di puncak bukit, bersiap-siaplah terpesona dengan pemandangan yang ditawarkan. Ada apa saja? Kalian bisa melihat gumpalan-gumpalan awan secara dekat. Yup, saat berada di sana, kalian seolah-olah berada di “negeri di atas awan”. Kapan lagi, kan bisa melihat awan tepat di depannya?

Bukit Jamur Bengkayang

Sumber fotohttp://araakaswara.blogspot.com/2016/04/bukit-jamur-bengkayang.html

Menurut pengalaman para traveler yang sudah menginjakkan kaki di Bukit Jamur Bengkayang, waktu terbaik untuk menikmati sensasi “negeri di atas awan” ialah ketika matahari terbit. Jadi, kalian harus memulai pendakian sebelum matahari terbit dan menginap di puncak bukit.

Selain pemandangan “negeri di atas awan”, kalian juga bisa melihat pemandangan sawah yang menghijau bak permadani. Terus, kalau kalian tiba di puncak ketika malam hari, kalian bisa melihat bintang-bintang gemerlapan di langit. Asique banget, kan? Pokoknya, setelah berlelah-lelah menempuh perjalanan jauh, begitu sampai di puncak, rasa lelah itu akan tergantikan dengan kelegaan dan kekaguman saat melihat suguhan pemandangan alam yang memesona.

Bukit Jamur Bengkayang

Sumber fotohttps://www.travsharing.com/2018/08/bukit-jamur-bengkayang-dengan-lautan.html

Meskipun namanya Bukit Jamur, kenyataannya di bukit ini gak ada jamur sama sekali. Lah, kok? Iya, sekarang jamurnya udah gak tumbuh lagi. Tapi, dulu kawasan di bukit ini memang ditumbuhi banyak banget jamur. Tumbuhnya jamur-jamur tersebut terjadi setelah peristiwa kebakaran. Ketika apinya sudah padam, satu per satu jamur mulai tumbuh hingga akhirnya warga sekitar menamai bukit tersebut dengan Bukit Jamur.

Satu hal yang cukup disayangkan dari Bukit Jamur Bengkayang adalah masih adanya sampah yang berserakan di lingkungan sekitar. Sayang banget, dong, tempat wisatanya udah bagus gitu, tapi wisatawannya kurang menjaga kebersihan. Nah, kalau kalian punya rencana buat mendaki ke puncak Bukit Jamur Bengkayang, jangan sampai membuang sampah sembarangan, ya. Ingat selalu salah satu aturan untuk para pendaki terkait kebersihan, yakni leave nothing but footprint alias jangan tinggalkan apa pun kecuali jejak kaki.

Komentar