Keajaiban Misterius di Balik Indahnya Chocolate Hills yang Bikin Baper Negara Lain


Apa hal pertama yang muncul di pikiran kamu saat Mister nyebut nama Chocolate Hills? Bukit-bukit yang terbuat dari cokelat? Charlie and the Chocolate Factory? Atau perbukitan super cantik yang harus dimasukkan ke travel bucket list kamu? Yap, kenalin, nih Aladiners. Tempat indah satu ini namanya Chocolate Hills! Lokasinya gak terlalu jauh dari Indonesia, lho, di Bohol, Filipina.

0
0
0

Sumber foto: travelandleisure.com

Kalau diliat dari atas, bukit-bukit yang ada di Chocolate Hills keliatan sengaja dibuat, ya, padahal enggak. Percaya gak percaya, semua gundukan tanah yang ada di sini terbentuk secara alami. Belum ada yang tau persis berapa jumlah gundukan tanah yang ada di sini. Pokoknya range-nya ada di sekitar angka 1.268 sampai 1.776. Setelah bertahun-tahun digantungin perasaan bingung, akhirnya para ahli geologi dunia punya teori tentang proses terbentuknya Chocolate Hills. Menurut mereka, semua gundukan yang ada di sini terbentuk dari kikisan batu kapur yang terjadi secara bersamaan. Proses ini terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama hingga akhirnya jadi kayak sekarang.

Sumber foto: Flickr Loïc Lagarde

Para geologis boleh berteori, tapi masyarakat setempat punya cerita sendiri tentang gimana Chocolate Hills terbentuk. Cerita ini punya 2 versi, Aladiners. Yang pertama adalah mitos tentang dua raksasa yang berkelahi di zaman dahulu kala. Gak puas tonjok-tonjokkan, mereka ngelempar tanah dan bebatuan ke satu sama lain, sampai akhirnya mereka kecapekan. Hasilnya? Ya, Chocolate Hills yang bisa kita liat sekarang. Versi kedua lebih romantis. Mitosnya ada seorang raksasa bernama Arogo yang jatuh cinta sama manusia biasa, Aloya. Suatu saat Aloya meninggal dan Arogo patah hati karena kekasihnya pergi untuk selama-lamanya. Jadilah dia menangis sepanjang hayat dan air matanya berubah jadi gundukan tanah Chocolate Hills. Hayo, kamu lebih percaya sama cerita yang mana?

Sumber foto: weliveunbound.com

Terus, kenapa coba namanya Chocolate Hills? Eits, bukan karena di sini ada pabrik cokelat, ya! Gundukan-gundukan tanah yang bentuknya serupa ini pada musim hujan emang tertutup sama tumbuh-tumbuhan dan rerumputan. Tapi saat musim panas, barulah pemandangan Chocolate Hills yang sebenarnya bisa kamu nikmati. Panorama gundukan tanah dengan tinggi 30 – 90 meter bisa kamu liat sejauh mata memandang. Kurangnya air di musim panas, bikin tumbuh-tumbuhan yang ada di sini kekeringan dan jadi kecokelatan. Jadilah semua gundukan tanahnya berubah warna dari yang tadinya hijau jadi cokelat.

Sumber foto: tommyschultz.com

Karena ukuran perbukitannya yang kurang layak buat didaki, untuk ngeliat hamparan gundukan tanah di Chocolate Hills kamu gak perlu capek-capek hiking. Di sini udah tersedia deck khusus buat para wisatawan yang pengen ngeliat indahnya salah satu keajaiban alam di Filipina ini. Nah, kalau kamu tertarik buat mampir ke Chocolate Hills juga gampang, kok. Selain ikutan tur, kamu juga bisa pergi sendiri naik taksi atau mobil sewaan dari kota terdekat, Tagbilaran, yang juga merupakan pusat kota dari Bohol.

Komentar

Tinggalkan Komentar: