19.Mar.2019

Kangen Sama Mainan Masa Kecil? Ke Kampung Pandes Aja


Yogyakarta bukan hanya Malioboro, keraton, nasi gudeng, batik, dan angkringan. Di kota pelajar itu, tepatnya di Kabupaten Bantul, ada sebuah kampung dolanan yang memproduksi beragam mainan anak tradisional. Namanya Kampung Pandes. Kalau kalian pingin bernostalgia dengan mainan masa kecil kalian, langsung aja pergi ke sana.

0
0
0

Zaman sekarang, udah jarang, bahkan hampir nggak pernah ditemui anak kecil main mainan tradisional macem othok-othok, kitiran, atau angkrek. Dulu, pas kita masih kecil, mainan-mainan itu ngetren banget. Sekarang, udah hampir punah. Yang ada, anak kecil sekarang mainannya online game di smartphone.

Meskipun mainan tradisional makin gak diminati, masih ada, lho sebuah kampung yang tetap melestarikannya. Nama kampung itu adalah Kampung Pandes. Lokasinya di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari pusat Kota Yogya, jarak tempuhnya sekitar 30 menit berkendara.

Kampung Pandes punya julukan sebagai kampung dolanan. Dalam bahasa Jawa, dolanan artinya mainan. Dijuluki kampung dolanan karena para warga di Kampung Pandes berprofesi sebagai pembuat mainan tradisional. Dulu, jumlah pembuat mainan cukup banyak. Mainan yang dibuat pun juga laris-manis dijual, bahkan sampai diekspor ke luar Yogya.

Kampung Pandes

Sumber fotohttp://wargajogja.net/seni-dan-budaya/kampung-dolanan-pandes-surga-mainan-tradisional.html

Sekarang, jumlah pembuat mainan tinggal 12 orang dan 8 orang di antaranya sudah berusia lanjut, sekitar 80—100 tahun. Hebat, ya, para kakek dan nenek itu. Terus berkarya di usia senja. Mereka tetap bisa teliti dan telaten, lho saat merangkai satu per satu bahan untuk membuat mainan. Dan mereka mengerjakannya secara mandiri. Daebak!

Walaupun keuntungan yang didapat para kakek dan nenek dari membuat mainan terbilang kecil, mereka tetap menekuninya. Alasannya, supaya mainan tradisional gak punah, supaya anak-anak tetap bisa bermain mainan yang sesuai dengan usia mereka. Mulia banget, ya.

Alasan lain yang lebih sederhana, mereka cinta dengan profesi tersebut. Yap, sesederhana itu. Profesi sebagai pembuat mainan sudah mereka tekuni sejak lama, sudah menjadi keseharian mereka sehingga lama-lama mereka cinta dengan profesi itu. Rasa cinta itulah yang pada akhirnya membuat mereka tetap menekuninya sampai saat ini.

Saat tiba di Kampung Pandes, kalian akan disambut dua patung unik yang terbuat dari jerami dan mengenakan pakaian tradisional Jawa. Selanjutnya, kalian akan melihat papan petunjuk kayu berwarna-warni yang akan mengarahkan kalian menuju rumah para mbah (kakek atau nenek) pembuat mainan.

Sumber fotohttps://denblangkon.blogspot.com/2017/06/jalan-jalan-ke-kampung-dolanan-pandes.html

Kalau kalian penasaran kayak gimana para kakek dan nenek di Kampung Pandes ketika membuat mainan, kalian bisa datang langsung ke rumah mereka. Dengan senang hati, para mbah akan memperlihatkan kalian cara membuat mainan anak tradisional. Kalian juga boleh ikutan bantu bikin.

Beberapa mainan yang diproduksi warga Kampung Pandes adalah othok-othok, kitiran, angkrek, dan payung megar mingkup. Othok-othok adalah mainan yang terbuat dari bambu yang jika digoyangkan akan menghasilkan bunyi khas yang terdengar seperti thok othok othok. Kitiran adalah mainan berbentuk kicir angin yang terbuat dari kertas dan pegangannya terbuat dari bambu. Saat terkena angin, mainan tersebut akan berputar layaknya kincir angin.

Sumber foto: https://kusnantokarasan.com/tag/maskot-bantul-ekspo-2015/

Kampung Pandes

Sumber fotohttps://www.flickr.com/photos/yanrf/15487006744

Angkrek adalah mainan berupa wayang berukuran mini yang terbuat dari kertas dan di bagian belakangnya diberi tali sehingga bisa digerakkan. Terakhir, payung megar mingkup adalah mainan berbentuk payung berukuran mini yang juga terbuat dari kertas. Pegangannya terbuat dari bambu. Payung ini bisa dibuka (megar) dan ditutup (mingkup) layaknya payung asli.

Kampung Pandes kini menjadi kampung wisata. Kampung tersebut sempat mati suri, namun pascagempa yang mengguncang Yogya pada 2006 silam, Kampung Pandes dihidupkan kembali. Tujuan awal pendirian kembali Kampung Pandes adalah untuk membantu anak-anak pulih dari trauma.

Kampung Pandes

Sumber fotohttps://www.familygoers.com/kampung-dolanan-pandes/?open=1 (diambil dari kampoengdolanan.com)

Pengelola Kampung Pandes menyediakan paket wisata lengkap yang bisa kalian nikmati saat berkunjung ke kampung ini. Jadi, kalian gak cuma bisa sekadar melihat proses pembuatan mainan. Aktivitas lain yang bisa kalian lakukan adalah melihat budidaya ikan lele, berjalan di tengah sawah, belajar bermain musik gamelan, serta belajar menari tari tradisional. Asyik gak, tuh? Selain bisa lebih dekat dengan alam, kamu juga bisa nambah wawasan soal kesenian daerah. Oh, ya, mainan-mainan itu juga dijual di Kampung Pandes. Harganya murmer. Cuma Rp2.500.

Komentar