23.Apr.2021

Geopark Belitung Diakui UNESCO, Intip 17 Tempat Wisatanya


Ada kabar baik nih dari dunia pariwisata Indonesia. Beberapa waktu lalu, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah menetapkan Pulau Belitung sebagai kawasan Geopark Belitung. Itu artinya, satu tempat wisata di Indonesia sudah resmi diakui sebagai kawasan geopark dunia.

0
0
0

Keunikan geologis, biologis, dan budaya jadi alasan utama UNESCO mengakui Pulau Belitung sebagai kawasan georpark. Dari banyaknya spot wisata yang ada di Pulau Belitung, ada 17 titik (geosite) yang masuk ke dalam kawasan Geopark Belitung. Nah, berikut ini 17 geosite tersebut.

Hutan Juru Sebrang

Sumber gambar: https://www.instagram.com/ohhasan/

Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Juru Seberang jadi salah satu geosite yang diunggulkan. Tempat ini merupakan kawasan bekas tambang timah lepas pantai yang memiliki pemandangan pesisi yang sangat indah. Dalam pengembangannya, kawasan Juru Seberang ini nantinya akan terhubung dengan Gunung Peramun.

 

Desa Wisata Terong

Sumber gambar: https://belitonggeopark.net/juru-sebrang-1

Kawasan geopark memang bermacam-macam isinya. Salah satunya adalah Desa Wisata Terong yang merupakan bentuk pelestarian lingkungan. Ini adalah bentuk agrowisata dari masyarakat yang kemudian dikembangkan dengan lebih baik. Ada 4 kegiatan yang bisa dilakukan di desa ini. Berkebun, menyantap makanan tradisional di tepi danau, ke Bukit Tebalu, dan tracking ke hutan seluas 62 hektar.

 

Hutan Mangrove Granit Kuale

Sumber gambar: https://belitonggeopark.net/kuale-granite

Ada 6 jenis spesies pohon mangrove di tempat ini. Dulunya kawasan ini dikenal sebagai pelabuhan perdagangan yang akan menuju Laut Natuna di sebelah utara. Itu sebabnya jembatan kayu sepanjang 650 meter berada di antara pohon mangrove di sebelah kiri dan sungai di sebelah kanan. Selain pemandangan hutan bakau, kamu juga akan menemukan Masjid tertua keempat di Belitung dan kuil Konghucu kuno yang tak jauh dari lokasi masjid.

 

Hutan Granit Peramun Hill

Sumber gambar: https://belitonggeopark.net/peramunhill

Nama yang satu ini berisi tumbuhan obat yang sangat melimpah. Itu sebabnya dinamakan Hutan Peramun yang berarti ramuan. Tanaman yang ada dimanfaatkan masyarakat menjadi beraga sovenir obat dan kerajinan. Setelah menyusur hutan, kamu akan mendaki Bukit Peramun. Dari atas kamu bisa melihat banyak Tarsius dan tentunya pemandangan hutan dari atas yang indah.

 

Tanjung Kelayang Trias Granite

Sumber gambar: https://belitonggeopark.net/kuale-granite-2

Belitung terkenal dengan batuan granitnya yang memesona. Tanjung Kalayang Trias Granite jadi geosite yang menawarkan pemandangan eksotis. Struktur batuannya tersusun secara acak dari morfologi bawah laut. Batuan-batuan itu membentuk pulau-pulau batu dari dasar laut. Sangat indah dengan pemandangan pulau-pulau di sekitarnya.

 

Batu Bedil Trias Granite Rock

Sumber gambar: https://belitonggeopark.net/batu-bedil-trias-granite-rock

Nama Batu Bedil diambil karena dahulu terdengar suara senapan dari batu yang ada di pinggir pantai itu. Setelah ditelusuri, suara itu terdengar karena adanya hantaman gelombang besar ke lubang kecil yang ada di batu granit tersebut. Bentuknya yang menyerupai dermaga terlihat sangat menawan di pinggir pantai. Kamu akan menikmati indahnya panorama pantai yang menghadap langsung ke laut Natuna.

 

Lubang Terbuka Nam Salu

Sumber gambar: https://belitonggeopark.net/nam-salu-open-pit

Bekas tambang yang sudah tidak aktif memang punya pesona sendiri. Salah satunya adalah Nam Salu. Kawasan ini merupakan bekas tambag timah yang sangat besar yang membentuk batuan sedimen menuju dasar tambang. Nama Lubang Terbuka diambil karena proses penggalian kawasan tambang dulunya dilakukan secara besar-besaran kemudian dibentuk terowongan horizontal dan vertikal di dalamnya.

 

Lumut Hill

Sumber gambar: https://belitonggeopark.net/lumit-hill

Ini merupakan kawasan konservasi dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Berbagai jenis lumut dan anggrek tumbuh subur di hutan hujan tropis yang satu ini. Tingkat kelembaban di kawasan ini sangat tinggi, sinar matahari pun sedikit sekali masuk ke area hutan. Itu sebabnya tumbuhan lumut, pakis, dan anggrek tumbuh subur di permukaan tanah, batu, dan pohon.

 

Batu Pulas Granite Rock

 

https://belitonggeopark.net/batu-pulas-trias-granite-rock-2

Batuan ini tersebar secara berkelompok di pinggir pantai dan juga di tengah. Warnanya coklat kehitaman dengan ukuran yang cukup besar. Kamu akan melihat pemandangan bukit-bukit batuan yang membentuk pulau kecil yang indah. Kawasan ini juga kaya akan flora dan faunanya.

 

Hutan Kerangas Cendil

Sumber gambar: https://disbudpar.belitungtimurkab.go.id/content/kawasan-konservasi-hutan-kerangas-desa-cendil

Belitung memang paket lengkap. Hutan Cendil jadi satu-satunya tempat dengan cuaca yang sangat ekstrim. Suhu di tempat ini sangatlah panas sehingga hutan ini jadi tempat yang rawan terjadi kebakaran. Meski begitu, tempat ini menyimpan beberapa fauna unik serta tumbuhan yang berkhasiat yang melimpah. Kamu bisa melakukan tracking di hutan ini bersama pemandu lokal.

 

Rawa Cenozoic Tebat Rasau

Sumber gambar: https://disbudpar.belitungtimurkab.go.id/content/objek-wisata-alam-%E2%80%98%E2%80%99tebat-rasau%E2%80%99%E2%80%99-sungai-lenggang-desa-lintang

Ini adalah rawa purba yang terbentuk sejak kawasan ini masih berupa daratan. Terjadinya retakan membentuk rawa dan sungai yang saling terhubung. Rawa ini merupakan rawa aluvial sehingga banyak ditemukan pohon pandan di sekitar rawa. Selain itu, di kawasan ini juga jadi rumah bagi ikan hias arwana, ikan ampong, dan ikan buntal bintik hijau.

 

Granidiorit Kretaceous Burung Mandi

Sumber gambar: https://belitonggeopark.net/burung-mandi-cretaceous-granidiorite

Berbeda dengan batuan granit yang tersebar cukup banyak di pinggir pantai dan lautnya. Granodiorit ini berada di daratan dengan ukuran yang sangat besar. Tumpukan batu besar ini membentuk bukit. Bukit ini kemudian dijadikan biara dengan nama Vihara Dewi Kuan Im.

 

Bantal Siantu Lava

Sumber gambar: https://belitonggeopark.net/burong-mandi-cretaceous-granidiorite-1

Batuan pipih yang berjajar di pinggir pantai hingga ke tengah laut ini merupakan hasil bentukan lava vulkanik pada sekitar 60 juta tahun yang lalu. Bayangin deh, tuanya batuan ini. Lokasinya yang berada dekat dengan air laut jadi sangat startegis buat kamu yang hobi hunting foto.  Tempat ini sangat bagus dinikmati pada sore menjelang matahari terbenam.

 

Gunung Tajam

Sumber gambar: https://pixabay.com/photos/sharp-peak-sharp-mountain-landscape-2818463/

Bagi kamu yang anak gunung nggak usah khawatir. Kawasan Geopark Belitung ini juga tersedia gunung yang bisa kamu daki. Dalam pendakian menuju puncak gunungnya, kamu akan bertemu berbagai macam hewan dan tumbuhan yang jumlahnya cukup banyak. Kamu juga akan bertemu air terjun Gurok Beraye dan makam kerajaan Badau.

 

Batuan Baginda

Sumber gambar: https://belitonggeopark.net/siantu-pillow-lava-1

Keberadaan batuan granit di Belitung memang luar biasa. Bukan hanya di daerah pesisir, kamu juga akan menemukan batu granit di area puncak. Namanya Batuan Baginda. Batu granit ini sangat besar, wajar bila tempat ini jadi bagian dari Geopark Belitung. Batuan ini terdiri dari dua bongkahan granit raksasa yang dikenal masyarakat setempat sebagai batu perempuan dan batu laki-laki. Sayangnya kamu hanya bisa mendaki batuan perempuan saja. Saat sampai di puncak, kamu akan disuguhkan pemandangan hutan dan laut belitung yang luar biasa.

 

Punai Beach

Sumber gambar: https://disbudpar.belitungtimurkab.go.id/content/pantai-punai-0

Pantai Punai jadi merupakan salah satu dari banyaknya pantai yang ada di Belitung. Pantai berpasir putih dan air lautnya yang biru sangat cantik dengan hamparan batu granit di banyak sisinya. Kamu akan dimanjakan dengan pemandangan laut lepas yang memesona ditemani semilir angin laut dan tentunya kuliner khas belitung. Kamu juga bisa snorkeling di beberapa spot di dekat pantai ini

 

Garumedang Tektite

Sumber gambar: https://disbudpar.belitungtimurkab.go.id/content/garumedang-tektites-geosite-di-belitung-timur

Selain mencuci mata dengan pemandangan yang luar biasa, Geopark Belitung juga menyediakan tempat untuk mengedukasi masyarakat tentang tektites. Pengunjung bisa mendapatkan informasi mengenai penambangan timah, sejarah, dan kekayaan alam Belitung di Garumedang Tektites Geosite. Saat ini, kawasan tersebut masih dalam pengembangan, jadi Aladiners harus sabar ya.

Komentar