Icehotel Swedia
24.May.2019

Dingin-Dingin Asyik di Icehotel Swedia


Dingin-dingin dimandiin. Nanti masuk angin. Eitz, ini bukan soal lagunya Joshua yang judulnya "Diobok-obok". Ini tentang dingin-dingin di Swedia. Kenapa harus jauh banget sampai Swedia? Di negeri beribu kota Stockholm itu, ada sebuah hotel yang di dalamnya berisi es. Sesuai karakteristiknya, hotel tersebut bernama Icehotel. Cocok buat kamu yang pengen dapet pengalaman menginap dengan sensasi berbeda.

0
0
0

Kalau sudah tiba di Swedia, lantas kamu harus ke mana untuk bisa menuju Icehotel? Begitu tiba di Bandara Stockholm Aranda, kamu bisa melanjutkan penerbangan menuju Bandara Kiruna. Dari Bandara Kiruna, lanjutkan dengan perjalanan darat menuju Icehotel. Jarak waktunya sekitar 15—20 menit. Lokasi persis hotelnya ialah di Desa Jukkasjärvi.

Sejauh mata memandang, saat berada di Icehotel, segala sesuatunya serba terbuat dari es. Tempat tidur, sofa, meja, serta piring dan gelas, semua serba es. Es tersebut berasal dari air yang membeku di Sungai Torne, sungai terbesar di Swedia yang berjarak lebih kurang 200 km dari hotel. Icehotel ada berkat buah pemikiran Yngve Bergqvist, sang founding father.

Yngve Bergqvist, penemu Icehotel Swedia

Yngve Bergqvist, penggagas IceHotel Swedia (sumber: https://www.swedishlapland.com/stories/icehotel/)

Bergqvist berkeinginan untuk menghadirkan sesuatu yang bisa menarik turis untuk datang ke sekitaran Sungai Torne saat musim salju. Sayang jika musim salju yang begitu panjang dilewatkan begitu saja tanpa keramaian dari turis. Padahal, pada musim panas, sekitaran Sungai Torne selalu ramai oleh para turis yang sekadar menonton ataupun berpartisipasi dalam beragam kegiatan yang diselenggarakan. Begitu pikir Bergqvist saat itu.

Terinspirasi dari seni memahat es dari Jepang, Bergqvist lalu memulai mewujudkan keinginannya tersebut dengan mengundang dua instruktur dari Jepang dan seniman dari negara lain untuk menghadiri lokakarya. Buah dari lokakarya tersebut adalah terciptanya iglo alias rumah es ala orang Eskimo di dekat Sungai Torne. Ternyata, iglo tersebut menarik perhatian banyak orang. Beragam aktivitas pun diselenggarakan di dalamnya, yakni tempat pameran seni, tempat menonton film, sampai tempat beribadah.

Icehotel Swedia

Sumber: https://www.icehotel.com/about-icehotel/the-first-icehotel/

Suatu hari, ada sekelompok turis yang ingin mencoba menginap di iglo tersebut. Dari situlah kemudian tercipta Icehotel. Yap, iglo menjadi cikal-bakal berdirinya Icehotel. Saat menginap di sini, kamu gak cuma bisa menikmati sensasi tidur dengan es di sekelilingmu, melainkan juga bisa memanjakan mata dengan melihat hasil pahatan es yang begitu indah. Nggak main-main, tiap tahunnya, puluhan seniman dari berbagai negara didatangkan untuk memperbarui pahatan-pahatan es tersebut. Puluhan seniman tersebut disaring dari ratusan pelamar. Jadi, dijamin, hasil pahatan esnya pasti bagus banget.

Mengapa para seniman harus datang tiap tahun? Hal ini karena tiap musim panas, es-es yang telah dipahat meleleh dan kembali mengalir ke Sungai Torne. Oleh karenanya, tiap tahun saat musim salju, harus ada aktivitas pemahatan es lagi. Sebelum memahatnya, di tahun sebelumnya saat musim semi, para pekerja mengambil es dari Sungai Torne lalu menyimpannya di storage hall untuk membuatnya tetap beku.

Icehotel Swedia

Sumber: https://edition.cnn.com/travel/article/sweden-icehotel-2017/index.html (diambil dari Asaf Kliger/www.icehotel.com)

Icehotel eksis sejak 1989 dan jadi hotel es pertama di dunia. Awalnya, hotel ini cuma dibuka saat musim salju. Namun, sejak 2016, hotel ini punya bangunan baru bernama Icehotel 365 yang memungkinkan turis untuk menginap kapan saja mereka mau. 365 melambangkan jumlah hari dalam setahun. Artinya, hotel tersebut tetap buka sepanjang tahun tidak peduli apa musimnya. Keberadaan Icehotel 365 didukung teknologi panel solar yang membuat es tidak akan meleleh.

Suhu di kamar Icehotel berkisar -50C sampai -80C. Pasti dingin banget, ya, kalau buat orang Indonesia. Untuk mengurangi rasa dingin, di atas kasur es, pihak hotel menyediakan kantong tidur yang dilengkapi pemanas. Selain itu, ada pula selimut yang terbuat dari kulit rusa. Pengunjung pun tetap bisa merasa hangat.  Biar makin hangat, pihak hotel menyediakan jus hangat lingonberry. Lingonberry adalah buah khas Swedia yang bentuknya seperti ceri.

Icehotel Swedia

Sumber: https://www.express.co.uk/travel/articles/885875/best-ice-hotels-igloos-in-the-world-sweden-finland (diambil dari www.icehotel.com)

Oh, ya, gak seluruhnya kamar di Icehotel terbuat dari es batu. Di sini, ada pula warm room yang seperti kamar hotel pada umumnya. Icehotel juga dibuka untuk umum, lho. Jadi, hotel ini sudah menjadi semacam tempat wisata. Kalau kamu pengen melihat fasilitas hotel tanpa nginep, kamu bisa datang setiap harinya pada jam 7 pagi sampai jam 6 sore.

Untuk semakin memanjakan para pengunjung, Icehotel menyediakan sejumlah layanan, seperti kelas memahat es, makan malam di alam terbuka, dan bertemu dengan sled dog. FYI, sled dog adalah anjing yang menarik sled alias kereta luncur musim salju. Kamu juga bisa memanfaatkan sled dog untuk mengantarmu menuju Bandara Kiruna.

Icehotel Swedia - Bermain bersama sled dog

Sumber: https://www.icehotel.com/see-do/activities/dog-sledding/drive-your-own-dog-sled-lunch-tour/ (foto oleh Fjellborg Arctic Journeys)

Terakhir, yang pasti membuat kamu bertanya-tanya, berapa, sih, tarif untuk menginap di Icehotel? Kamu harus menyiapkan uang sebesar Rp10 juta—Rp15 juta. Itu pun hanya untuk satu malam. Gimana, tertarik untuk nginep dingin-dingin asyik di Icehotel?

Kalo pengen tahu informasi lebih lanjut soal Icehotel, kamu bisa mampir ke website-nya dengan mengeklik ini.

Komentar