Di Tajikistan, Makanan Ini Dianggap Perwujudan Gigi Nabi Muhammad!


Sebelum ngomongin makanannya, kamu tahu, gak, ada negara bernama Tajikistan? Meskipun belum bisa dibilang makmur, negara agak terpencil di wilayah Asia Tengah ini punya bentang alam yang indah, lho. Masyarakatnya juga masih suka ngumpul bareng-bareng dan selalu nyambut orang asing di rumah mereka dengan banyak makanan dan senyum. Beda banget sama orang-orang di kota besar yang sibuk.

0
0
0

Nah, orang Tajikistan punya satu menu yang mereka anggap berharga, namanya oshi palav. Makanan yang biasa disantap rame-rame ini bisa mempererat hubungan keluarga, mengakrabkan hubungan sama temen, mecahin masalah, bahkan mengakhiri perang sipil! Bisa dibilang, makanan ini jadi powerful banget karena orang Tajikistan percaya bahan utama dari makanan ini adalah perwujudan dari gigi Nabi Muhammad SAW, rasul-nya umat Islam.

sumber foto: arbuz.com

Waw, emang terbuat dari apa, sih, oshi palav? Kok bisa disakralkan begini? Ternyata bahan utamanya adalah nasi, guys! Jadi, oshi palav adalah nasi yang dicampur beragam sayuran dan potongan daging. Biasanya, orang Tajikistan pakai ukuran 1kg beras, 1kg wortel, dan 1kg daging domba. Masaknya pun gak pernah dalam porsi kecil. Sekali masak, setidaknya 100 orang harus kebagian!

sumber foto: bbc.com

Sebagai masyarakat yang santai dan ramah, orang Tajikistan pun perlu waktu berjam-jam buat masak oshi palav. Pertama-tama, potongan wortel, bawang Bombay, dan bawah putih digoreng lalu ditambahin air. Pas udah mendidih, nasi pun dimasukin dan diaduk bareng. Hasilnya adalah nasi yang gak terlalu lembek dan gurih karena kena minyak. Kalau ada kerabat atau sahabat mampir ke rumah, bisa dipastiin oshi palav pasti selalu tersaji. Bahkan, saking jadi menu wajibnya, ada semacam joke soal orang yang main di rumah orang bahkan sampe tengah malem gak mau pulang gara-gara belom disuguhin oshi palav.

sumber foto: upload.wikimedia.org

Oh ya, soal kehebatan oshi palav bisa mengakhiri perang, ini beneran terjadi, lho! Jadi, di tahun 1995, setelah Tajikistan ngalamin perang sipil dan menewaskan 100.000 orang, dua pihak yang berantem duduk bareng buat makan oshi palav bareng-bareng. Mereka “dipaksa” buat berbagi makanan dan diskusiin konflik yang terjadi. Akhirnya, setelah dua tahun sering ketemuan, mereka pun berdamai. Gara-gara peristiwa inilah oshi palav juga disebut “palav of peace.”

Komentar

Tinggalkan Komentar: