Destinasi wisata di Merauke - perbatasan Indonesia dan Papua Nugini
25.Jun.2019

Kalau Lagi di Merauke, Enaknya Pergi ke Mana? Ke 5 Destinasi Ini Aja!


Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau. Sambung-menyambung menjadi satu. Itulah Indonesia..... Mister mengawali artikel ini dengan lagu wajib tersebut karena Mister mau membahas tentang destinasi wisata di Merauke. Ada apa aja, sih, di wilayah di ujung timur Indonesia itu? Cus, baca ulasannya berikut.

0
0
0

1. Tugu Nol Kilometer

Destinasi wisata di Merauke - Tugu 0 km

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Merauke,_Merauke (diambil dari Marwan Mohammad)

Sudah sampai di Merauke, wajib hukumnya buat singgah di tugu 0 km. Tugu tersebut adalah penanda wilayah paling timur di Indonesia. Ide pembuatan tugu 0 km berasal dari komunitas penggemar sekuter Candara Scooter Club Merauke. Mereka mendapat keluhan dari sesama komunitas penggemar sekuter bahwa ketika touring keliling Indonesia dan tiba di Merauke, nggak ada penanda bahwa mereka berada di wilayah paling timur di Indonesia. Dari situlah, tugu 0 km kemudian dibangun.

Tugu 0 km di Merauke punya “saudara” di Sabang yang jadi penanda wilayah paling barat di Indonesia. Adalah Distrik Sota, tempat kamu bisa menemukan tugu 0 km di Merauke. Distrik itu pula yang jadi batas antara Indonesia dan Papua Nugini. Setelah puas selfie di depan tugu 0 km, kamu bisa selfie di depan musamus alias rumah rayap yang lokasinya nggak jauh dari tugu. Musamus di sana unik, lho, karena menjulang tinggi menyerupai menara. Tingginya bisa mencapai 4 meter.

2. Perbatasan Indonesia – Papua Nugini

Seperti yang Mister bilang di atas, Sota adalah distrik di Merauke yang jadi batas antara Indonesia dan Papua Nugini. Itu artinya, saat berada di sana, kamu bisa melihat tanda pembatas dua negara tersebut. Tandanya berupa gapura cokelat bertuliskan, “Good Bye and See You Again Another Day”. Begitu melewati gapura tersebut, nggak lama lagi kamu akan menginjakkan kaki di Papua Nugini.

Sebelum benar-benar berada di Papua Nugini, kamu akan disambut terlebih dahulu oleh Taman Merah Putih. Taman tersebut dibuat secara sukarela oleh Ipda Ma’ruf Suroto, seorang polisi yang sudah puluhan tahun lamanya mengabdi di Sota. Di sekeliling Taman Merah Putih, terlihat beberapa tulisan yang bernada nasionalime, seperti “Bahasa Indonesia Penjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI” dan “Untukmu Indonesia, Cintaku Tak Terbatas”.

Destinasi wisata di Merauke - perbatasan Indonesia dan Papua Nugini

Sumber: https://parpatitoba.wordpress.com/2013/04/25/distrik-sota-tapal-batas-nkri-papua-nugini/

Melangkah lebih lanjut melewati taman, kamu akan melihat tugu putih kecil bertuliskan 23 8 60. Itu adalah tanggal, bulan, dan tahun kala para pendahulu menetapkan batas antara Indonesia dan Papua Nugini. Melangkah melewati tugu kecil itu, kamu resmi berada di Distrik Morehead, Papua Nugini. Warga Morehead dan Sota saling hidup rukun. Banyak warga Morehead yang datang ke Sota untuk menjual hasil kebun atau memeriksakan anak mereka di posyandu.

Keluar dari Morehead, kamu akan kembali melewati gapura yang sama seperti yang kamu lewati saat masuk dari Sota. Namun, tulisan yang tertera pada gapura berbeda. Dari arah Morehead, tulisannya berbunyi, “Welcome to Republik Indonesia”.

3. Kampung Rawa Biru

Destinasi wisata di Merauke - Kampung Rawa Biru

Sumber: http://jejak1pena.blogspot.com/2016/05/aku-hidupku-dan-rawa-biru.html (foto oleh Maria Ulfa)

Apa keistimewaan Kampung Rawa Biru? Apakah karena air di sana berwarna biru? Nggak, airnya gak berwarna biru, kok. Keistimewaan kampung tersebut terletak pada danaunya yang bernama Rawa Biru yang menjadi sumber air bersih bagi warga Merauke. Itu berlangsung sejak zaman Belanda. Di Kampung Rawa Biru, kamu bisa mencoba naik perahu kayu yang sehari-hari berfungsi sebagai sarana transportasi warga setempat.

Destinasi wisata di Merauke - Taman Musamus

Sumber: http://traveladipramaa.blogspot.com/2013/02/belajar-hidup-bijak-dari-rumah-semut-di.html

Oh, ya, kamu juga bisa menemukan bomi di sana. Apa, sih, bomi? Bomi adalah bahasa setempat untuk menyebut musamus alias rumah rayap yang menjulang tinggi. Sama seperti yang ada di tugu 0 km. Kampung Rawa Biru merupakan bagian dari Taman Nasional Wasur, lahan konservasi di Merauke yang dihuni beragam spesies tumbuhan dan hewan. Ada empat suku asli yang berdiam di Taman Nasional Wasur yang bertugas menjaga dan mengelola sumber daya alam yang ada.

4. Lotus Garden

Destinasi wisata di Merauke - Lotus Garden

Sumber: https://deskgram.net/explore/tags/kompastvmerauke (diambil dari https://www.instagram.com/senoajipamungkas/?hl=en)

Jika kamu butuh tempat berelaksasi, maka Lotus Garden bisa jadi pilihanmu. Terletak di Distrik Muramsari, Lotus Garden dapat ditempuh selama lebih kurang 45 menit perjalanan darat dari pusat Kota Merauke. Di sana, terdapat gazebo-gazebo yang bisa kamu gunakan buat duduk-duduk santai. Gazebo itu mengelilingi sebuah kolam. Masih satu area dengan Lotus Garden, ada hutan rimba yang laris didatangi wisatawan untuk berfoto.

Awalnya, Lotus Garden adalah lahan pribadi milik warga setempat yang kemudian diperindah dengan gazebo dan kolam. Lambat laun, banyak warga yang datang karena penasaran. Akhirnya, tempat tersebut resmi dibuka sebagai objek wisata pada 2014. Kalau mau ke sana, siapkan uang sebesar Rp20.000 untuk membayar tiket masuk.

5. Markas Avengers

Destinasi wisata di Merauke - Markas Avengers (Monumen Kapsul Waktu)

Sumber: https://news.okezone.com/read/2018/11/18/605/1979398/tkn-sebut-monumen-kapsul-waktu-pemacu-semangat-wujudkan-mimpi-indonesia (foto oleh Chanry Andrew S/Okezone)

This is it, landmark baru Kota Merauke. Sejak diresmikan pada 2018 lalu, “markas Avengers” di Merauke nge-hitz banget di kalangan netizen. Sebenarnya, itu adalah Monumen Kapsul Waktu. Di puncak monumen, terpasang kapsul-kapsul waktu yang berisi impian tujuh anak bangsa selama 70 tahun (2015—2085). Terletak di depan kantor Bupati Merauke, monumen itu berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektare. Dari ketinggian, secara kebetulan, monumen dan sekelilingnya terlihat berbentuk seperti huruf A-nya logo Avengers. Itulah yang membuatnya dijuluki markas Avengers.

Pembangunan Monumen Kapsul Waktu dimulai pada 2016 dan menelan biaya hingga Rp89 miliar. Terdapat lima pintu masuk di monumen tersebut yang merepresentasikan lima suku asli Merauke, yakni Malind, Muyu, Mandobo, Appi, dan Auyu. Bentuk Monumen Kapsul Waktu terinspirasi dari menara perang Suku Dani. Setelah diresmikan, kini Monumen Kapsul Waktu menjadi ruang terbuka publik. So, kalau habis dari Merauke, jangan lupa posting foto selfie kamu di markas Avengers ini, ya.

Komentar