04.Feb.2019

Cerita di Balik Warna Merah yang Jadi Ciri Khas Imlek


Gong Xi, Gong Xi.  Yipi, besok waktunya perayaan Imlek! Orang-orang biasa ngerayain Imlek dengan berkumpul bersama keluarga besar plus yang paling ditunggu-tunggu adalah tradisi bagi-bagi angpau. Semoga Imlek kalian besok menyenangkan, ya!

0
0
0

Selain identik dengan makan bersama keluarga dan pembagian angpau, Imlek juga identik dengan warna merah. Ketika ngerayain Imlek, orang-orang hampir selalu pakai baju merah. Warna amplop tempat angpau juga merah. Terus, lampion-lampion yang terpasang juga berwarna merah.

Ingin tahu kenapa Imlek identik dengan warna merah? Cek ulasannya di bawah ini.

Warna merah dalam perayaan Imlek berasal dari legenda nian shou, monster seram berbadan lembu dan berkepala singa. Konon katanya, pada malam pergantian tahun atau peralihan musim dingin ke musim semi, nian shou bakal nyerang warga yang tinggal di pedesaan di China.

Sumber fotohttps://www.kaskus.co.id/thread/5a82cf8832e2e6b10c8b456e/daftar-acara-perayaan-menyambut-imlek-2018-di-jakarta-hari-ini/

Sumber fotohttps://thehoneycombers.com/singapore/ang-pao-etiquette-red-packet-rules-chinese-new-year/

Sebelum nyerang para warga, si monster tidur panjang di dasar laut atau di gunung selama musim dingin. Begitu masa tidur panjangnya usai, ia bakal turun ke desa buat memuaskan rasa laparnya dengan memakan manusia, khususnya anak-anak. Bukan cuma manusia, ia juga melahap hasil panen warga. Pokoknya, si monster ini nggak punya belas kasihan sama sekali. Serem, euy!

Ketika tiba saat nian shou menyerang pedesaan, para warga bergegas ninggalin rumah dan melarikan diri ke bukit buat cari perlindungan. Mereka jelas nggak mau, dong, jadi korban nian shou. Nah, di antara sekian banyak warga yang menyelamatkan diri, ada seorang nenek, yang saking tua dan tidak berdayanya, tetap berdiam di rumah.

Sumber fotohttps://steemit.com/chinesnewyear/@ladydiana/make-some-noise-the-story-behind-chinese-new-year-traditions

Di tengah kepasrahan si nenek, bala bantuan datang. Ia bertemu seorang kakek yang memberitahunya cara mengusir nian shou. Caranya cukup simpel, yakni dengan memasang peralatan berwarna merah dan membuat kebisingan sebab si monster memang takut dengan warna merah dan suara bising.

Si nenek dan kakek pun bekerja sama mengecat seluruh pagar dan pintu rumah warga menjadi merah serta memasang berbagai properti berwarna merah di seluruh desa. Intinya, mereka nyulap satu desa jadi lautan merah.

Sumber foto: https://www.artstation.com/artwork/eN6Gw

Bener aja, pas si monster datang ke desa, ia langsung ketakutan dan lemah tak berdaya begitu melihat desa berubah menjadi merah. Apalagi ketika si nenek dan kakek menyalakan petasan yang menimbulkan suara bising, si monster semakin melemah kekuatannya. Menurut rumor yang beredar, si monster melarikan diri ke langit. Give applause buat nenek dan kakek yang berhasil mengusir si monster!

Sejak berhasil diusir si nenek dan kakek, nian shou nggak pernah muncul lagi. Namun, ada sebagian warga Tionghoa yang meyakini bahwa nian shou masih bisa datang lagi sewaktu-waktu. Buat mencegah si monster datang lagi, tiap kali ngerayain pergantian tahun, warga Tionghoa memakai baju merah dan memasang properti berwarna merah pula. Inilah yang sampai sekarang dilakukan ketika perayaan Imlek.

Komentar