01.Feb.2019

Baca Buku di 5 Perpustakaan Keliling yang Keren Ini, Yuk!


Baca buku nggak harus duduk manis di dalam perpustakaan. Berkat perpustakaan keliling, kalian bisa baca buku di mana aja kalian berada. Bahkan ketika lagi di tengah jalan pun, kalian tetep bisa baca buku. Kali ini, Mister bakal kasih tahu 5 perpustakaan keliling di berbagai negara yang bentuknya keren-keren. Ada yang dari sepeda, kereta, sampai kuda. Penasaran? Langsung aja baca penjelasan di bawah.

0
0
0

1. Street Books di Amerika

Sumber fotohttps://www.idntimes.com/life/education/rosma-stifani/unik-ini-10-perpustakaan-dan-toko-buku-berjalan-di-berbagai-negara-c1c2/full

Kringgg kringgg kringgg. Perpustakaan keliling yang pertama menggunakan sepeda. Sebagai tempat buku, di depan sepeda diberi gerobak. Perpustakaan ini bisa kalian temukan di jalanan Kota Portland, Oregon, Amerika Serikat. Ide pembuatan perpustakaan keliling Street Books sangat mulia, lho, yakni buat ngasih hiburan buat para tunawisma. Melalui Street Books, para tunawisma yang telantar di jalanan akhirnya punya hiburan yang bermanfaat. Meskipun ide awalnya ditujukan buat tunawisma, tapi buku-buku di perpustakaan keliling ini dapat dinikmati siapa pun. Street Books ada sejak 2011. Penggagasnya adalah penulis buku Laura Moulton.

2. Tram Library di Ceko

Sumber foto: http://sahabatmembaca.org/2015/10/26/perpustakaan-tram-ceko/

Negara Ceko punya perpustakaan keliling yang memanfaatkan trem yang umurnya udah tua. Dalam satu hari, tram library menempuh perjalanan sejauh 70 km buat ngebagiin buku-buku bacaan. Yang bikin keren adalah tram library ini nggak cuma nyediain buku cetak, tapi juga buku elektronik. Modern banget, ya. Yang lebih keren lagi, pada 2014, oleh International Federation of Library Associations, tram library ini pernah dinobatin sebagai perpustakaan paling inovatif.

3. Epos Book Boat di Norwegia

Sumber fotohttps://www.idntimes.com/life/education/rosma-stifani/unik-ini-10-perpustakaan-dan-toko-buku-berjalan-di-berbagai-negara-c1c2/full

Kalau 2 perpustakaan sebelumnya jalannya di darat, perpustakaan yang ini jalannya di laut dengan mengggunakan kapal. Perpustakaan keliling Epos Book Boat ada di Hordaland, Norwegia. Umur perpustakaan Epos Book Boat ini udah tua benget, lho. Bayangin, perpustakaan ini beroperasi sejak 1959. Pas kalian belum pada lahir, perpustakaan ini udah ada. Di perpustakaan Epos Book Boat kalian nggak cuma bisa baca buku. Kalau udah capek baca, kalian bisa pergi ke restoran buat ngisi perut. Cihuy banget, kan.

4. Perahu Pustaka di Sulawesi Barat

Sumber fotohttps://www.aktual.com/perahu-pustaka-sulawesi-barat/

Bukan cuma di luar negeri, Indonesia juga punya perpustakaan keliling yang nggak kalah kece. Di Sulawesi Barat ada perpustakaan keliling yang menggunakan perahu rakyat yang hampir punah. Perahu tersebut diberi nama Karaeng Patinggalloang. Itu diambil dari nama Perdana Menteri Kerajaan Gowa Tallo abad XVII yang menguasai tujuh bahasa.

Perahu pustaka di Sulbar ini dikhususkan bagi anak-anak yang tinggal di desa terpencil. Jadi, kebanyakan bukunya adalah buku dongeng. Tujuan dibentuknya perahu pustaka adalah untuk ngemudahin anak-anak yang tinggal di daerah terpencil untuk baca buku. Perahu ini biasanya singgah di sekolah-sekolah. Setelah baca buku, anak-anak diminta untuk menceritakan kembali isi buku yang udah mereka baca. Yang paling bagus, dapat hadiah.

Perahu pustaka ada sejak 2015. Meskipun berasal dari Sulbar, tapi perahu ini udah berlayar ke Sulawesi bagian lain, yakni Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Perahu pustaka pernah dipamerkan ke khalayak umum di acara Makassar Writer Festival yang diadain pada 2015 lalu.

5. Kuda Pustaka di Jawa Tengah

Sumber fotohttp://berita.baca.co.id/10789546?origin=relative&pageId=cdfcbb5a-a339-4c10-a666-3ab6a83fecf5&PageIndex=3

Tuk tik tak tik tuk tik tak, suara sepatu kuda. Di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, ada perpustakaan keliling yang pakai kuda. Nama kudanya cukup unik, yaitu Germanis. Kenapa Germanis? Itu karena kuda tersebut merupakan pemberian warga Jerman.

Si kuda Germanis ini berkeliling selama 3 hari dalam seminggu. Tempat yang disinggahi adalah pedesaan yang berada di sekitar lereng Gunung Slamet. Di atas kuda ini dipasang 2 rak untuk tempat buku. Tiap kali berkeliling, si kuda Germanis membawa 200 buku. Kuda pustaka ini ada sejak 2014. Penggagasnya, Ridwan Sururi, berkeinginan untuk meningkatkan minat baca warga desa.

Keren-keren banget, ya, perpustakaan keliling di atas. Jadi pengen, deh, baca buku di sana.

Komentar