02.Feb.2017

8 Negara dengan Ritual Pemakaman Paling Unik di Dunia


Kematian adalah satu-satunya hal yang paling pasti di dunia. Gak ada makhluk hidup yang bisa menghindar dari kematian. Gak cuma kelahiran, kematian juga jadi fase hidup yang paling "dirayakan" dan dilakukan dengan beragam cara, tergantung tradisi masyarakat di suatu tempat. Kalau biasanya upacara pemakaman cuma seputar berdoa dan mengubur atau kremasi, rupanya ada banyak ritual kematian yang gak biasa di beberapa tempat di dunia. Kayak apa, sih, uniknya? Pokoknya, ngeri, nyeleneh, kocak, semuanya ada!

0
0
0

1. Ghana

sumber foto: open.ac.uk

Jangan salah, gambar di atas bukan mainan koin yang biasa ada di mall, melainkan peti mati! Yap, orang Ghana bisa ngajarin kita kalau kematian bukan sesuatu yang harus diratapi. Bayangin, kalau ada orang yang meninggal, mereka justru bikin perayaan besar-besaran. Selain masang billboard raksasa warna-warni untuk mengumumkan siapa yang meninggal, merkea juga nyiapin peti mati unik untuk mendiang. Bentuk peti mati dipilih berdasarkan hobi, kesukaan, atau profesi orang yang udah meninggal. Makanya, gak heran kalau ada peti mati bentuk pesawat, sepatu, palu, bahkan botol Coca-Cola.

2. Korea Selatan

sumber foto: odditycentral.com

Sejak tahun 2000, Korea Selatan memberlakukan Undang-Undang yang minta masyarakatnya untuk mindahin makam anggota keluarga mereka setelah 60 tahun. Berhubung lahan pemakaman makin berkurang gara-gara peraturan ini, banyak orang di sana milih dikremasi setelah meninggal. Sekarang, malah muncul tren buat ngebentuk sisa-sisa abu jenazah jadi manik-manik perhiasan warna ijo toska, pink, atau hitam. Nantinya, manik-manik ini bakal ditaruh di dalem wadah kaca yang cantik dan dipajang di rumah. Jadi gak keliatan suram dan menakutkan, deh.

3. Filipina

sumber foto: combiboilersleeds.com

Kalau ngomongin soal ritual pemakaman yang gak biasa, Filipina saingan berat Indonesia, lho. Setiap daerah di sana punya ritual yang beda-beda dan semuanya unik. Suku Benguet yang tinggal di Barat Laut Filipina biasa menutup mata orang yang udah meninggal dengan kain dan mendudukkan mereka di sebelah pintu masuk rumah selama 8 hari. Ada juga suku Apayao yang mengubur anggota keluarga di bawah lantai dapur rumah mereka, dan suku Caviteo yang ngubur jenazah dalam posisi berdiri di dalem batang pohon besar.

4. Mongolia dan Tibet

sumber foto: id.pinterest.com

Bagi umat Buddha Vajrayana di Mongolia dan Tibet, jasad orang yang udah meninggal cuma wadah kosong yang gak ada gunanya lagi. Setelah jiwa pindah alam, jasad harus dikembaliin ke bumi. Menurut mereka, mengubur atau mengkremasi bisa mencemari bumi, makanya mereka milih untuk motong-motong si jasad dan meletakkannya di puncak gunung. Jasad dibiarin di sana sampai membusuk dan abis dimakan burung bangkai. Sampai sekarang, masih ada 80% orang Tibet yang ngelakuin ritual ini, lho. Agak horror, yaa...

5. India

sumber foto: wikimedia.org

Ada banyak banget agama dan aliran kepercayaan di India, dan banyak di antaranya yang unik dan nyeleneh. Masih mirip-mirip kebiasaan penganut Buddha di Mongolia dan Tibet, penganut Zoroaster di Mumbai juga menyerahkan jasad buat jadi makanan burung bangkai. Bedanya, sebelum diserahkan ke hewan pemangsa ini, jasad dimandiin dengan urin kerbau dan harus dikunjungi anjing yang mereka anggep suci. Setelah ritual ini dilakuin, si jasad diletakkan di Dhakma (Menara Kesunyian) supaya bisa langsung dimakan burung bangkai. Di Iran yang jadi asal agama Zoroaster, ritual ini udah gak dilakuin lagi sejak tahun 1960an.

6. Amerika Utara

sumber foto: id.pinterest.com

Bagi suku Haida di Amerika Utara, kematian kepala suku dan dukun harus diurus dengan cara khusus. Jasad bakal dipukul-pukul dengan gada sampai hancur lalu ditaruh di dalem kotak tertutup. Kotaknya kemudian disimpen dalem tiang totem yang dipajang di depan rumah orang yang udah meninggal. Totem ini dipakai buat nyeritain hal-hal penting dalam budaya mereka. Makhluk yang diukir di totem tersebut dipercaya bisa menuntun arwah orang itu menuju akhirat. Kalau yang meninggal bukan kepala suku atau dukun gimana? Jasad mereka bakal dilempar ke lubang besar supaya bisa dimangsa binatang buas sampai abis.

7. Amerika Selatan

sumber foto: hfmagazineonline.com

Melipir dikit ke Amerika bagian selatan, di sini ritual pemakaman malah lebih sadis lagi, yaitu endokanibalisme! Di suku-suku tertentu di pedalaman, mereka terbiasa makan daging anggota suku mereka yang udah meninggal supaya mereka bisa ngedapetin sifat baik yang dimiliki si jenazah semasa hidupnya. Meskipun sekarang udah dilarang, suku Yanomamo masih makan abu dan sisa-sisa tulang orang yang udah meninggal setelah kremasi. Biar makin sedap, kadang mereka nyampur sisa-sisa itu ke dalem sup mereka.

8. Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia

sumber foto: wikimedia.org

Di Tana Toraja, pemakaman bisa berlangsung sampai beberapa minggu. Selain diiringi musik, tarian, dan makan-makan, ratusan kerbau juga disembelih buat nemenin sang arwah menuju surga. Pokoknya, selama belum melaksanakan upacara besar-besaran ini, sang almarhum masih dianggep tidur atau sakit. Berhubung upacaranya butuh biaya banyak, orang yang udah meninggal untuk sementara ditempatin sementara di kamar khusus di dalem rumah, dikasih makan, dan diajak makan layaknya orang yang masih hidup sambil nunggu dimakamin. Nanti setelah upacara dilaksanain, jasad bakal disimpen dalam peti mati lalu disimpen di dinding gua. Gak ketinggalan orang-orang juga buatin patung kayu yang menyerupai si jasad.

Baca juga: Ritual Unik Perayaan Waisak di 6 Negara di Dunia

Komentar