22.Jan.2019

5 Pelukis Difabel Indonesia yang Inspiratif


Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi kelima pelukis difabel  Indonesia ini untuk tetap berkarya. Di tengah kekurangan, mereka mampu menghasilkan karya-karya yang pastinya keren. Bahkan, sudah ada yang go internasional. Penasaran dengan kisah inspiratif mereka? Simak ceritanya di bawah ini.

0
0
0

1. Faisal Rusdi

Sumber fotohttp://messenger.smedia.com.au/coast-city-weekly/shared/ShowArticle.aspx?doc=MCCW%2F2017%2F11%2F22&entity=Ar01403&sk=06B6D21D

Faisal, lelaki 43 tahun adalah pelukis difabel asal Bandung yang sukses menggelar pameran tunggalnya di Australia. Faisal terlahir dengan kondisi celebral palsy yang membuat kedua tangan dan kakinya tidak berfungsi. Saat melukis, ia hanya mengandalkan mulut .

Pada 2017 lalu, Faisal menggelar pameran tunggal yang berlokasi di balai kota City of West Torrens, nggak jauh dari pusat Kota Adelaide. Satu lukisannya dihargai Rp5 juta—Rp20 juta. Kebanyakan, lukisan yang dibuat Faisal ialah tentang aktivitasnya selama tinggal di Australia. Dia juga membuat beberapa lukisan tentang bangunan-bangunan terkenal di Australia. Hebat, ya!

2. Sadikin Pard

Sumber fotohttps://seruni.id/sadikin-pard-pelukis-dengan-kaki/

Terlahir tanpa kedua lengan tidak membuat Sadikin berhenti berkarya. Bakat melukisnya yang sudah terlihat sejak duduk di bangku TK terus ia kembangkan hingga kini menjadi pelukis profesional. Saat melukis, pria 53 tahun kelahiran Malang, Jawa Timur itu menggunakan mulut dan kaki.

Meskipun sempat diremehkan bahwa hasil lukisannya tidak akan sebagus pelukis normal, Sadikin dapat membuktikan bahwa ia mampu menghasilkan lukisan yang punya nilai jual tinggi. Tahu, nggak, satu lukisannya dihargai belasan hingga jutaan rupiah. Bahkan, ada satu lukisan yang dihargai Rp240 juta. Wow, banget, kan! Sadikin adalah satu di antara lima pelukis difabel Indonesia yang tergabung dalam Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA). Tiap tahunnya, ia terbang ke Switzerland untuk mengikuti konferensi AMFPA serta untuk memamerkan 15 lukisan terbaiknya.

3. Sabar Subadri

Sumber fotohttps://sabarsubadri.com/art-statement-by-sabar-subadri/

Meskipun terlahir tanpa lengan, semangat Sabar untuk melukis tidak pernah padam. Dengan menggunakan kedua kakinya, ia mampu menghasilkan lukisan yang bernilai seni. Pria 40 tahun kelahiran Kota Salatiga, Jawa Tengah itu belajar melukis sejak berusia 10 tahun.

Ketika pertama kali belajar melukis, tentu ia kesusahan. Namun, lambat laun ia mulai terampil melukis dengan kaki. Kini ia sudah menjadi pelukis profesional. Sama seperti Sadikin Pard, Sabar termasuk anggota AMFPA. Semenjak tergabung dalam AMFPA, namanya semakin mendunia. Menurut Sabar, selama mempunyai niat yang kuat dan ketekunan untuk berlatih, maka kekurangan bukanlah hambatan untuk meraih cita-cita. Menginspirasi sekali, ya.

4. Muhammad Salwa Aristotel

Sumber fotohttps://www.bbc.com/indonesia/39971257

Salwa, begitu ia disapa adalah pelukis difabel muda yang pernah mendapatkan kesempatan berharga untuk melukis istri dan anak Wakil Presiden AS Mike Pence. Wih, keren, ya! Salwa yang masih berusia 18 tahun ini merupakan penyandang tuna daksa. Ia terlahir tanpa kedua lengan. Meskipun demikian, Salwa jago, lho dalam bidang seni. Selain melukis, ia juga pandai bermain keyboard.

Pada Februari 2017 lalu, saat Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan istri Wakil Presiden RI Mufidah Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Salwa terpilih sebagai satu di antara 4 anak difabel yang diajak ke Istana Bogor untuk melukis wajah tamu negara yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Indian-Ocean Rim Association (KTT IORA). Nah, Salwa kebagian melukis wajah keluarga Wapres Mike Pence. Saat itu persiapannya mepet banget. Cuma 7 hari. Namun, Salwa mampu menyelesaikannya dengan baik. Pence pun memuji hasil lukisan Salwa. Keren!

5. Rodhi Mahfur

Sumber fotohttps://kumparan.com/@kumparannews/kisah-rodhi-pelukis-difabel-asal-kendal-yang-inspiratif

Rodhi, pemuda berusia 29 tahun adalah pelukis difabel spesialis pemandangan dan sketsa wajah. Pada 2003, pria asal Kendal, Jawa Tengah ini mengalami kecelakaan yang membuatnya kakinya lumpuh. Meskipun demikian, ia tidak kehilangan semangat untuk terus berkarya. Saat diikutkan pameran di Kendal pada 2012, lukisan pemandangan karya Rodhi laris terjual. Uangnya ia belikan laptop. Sejak saat itu, Rodhi lebih mudah memublikasikan karyanya melalui media sosial.

Ia bahkan pernah mengikuti pameran lukisan sampai ke Jepang. Beberapa pesohor negeri pernah membeli lukisan Rodhi, lho. Sebut saja Ani Yudhoyono, mantan ketua DPR Ade Komarudin, AA Gym, dll. Lebih hebatnya lagi, Rodhi juga mau berbagi ilmu melukisnya kepada sesama penyandang disabilitas melalui program Difabel Art. Baik banget, ya, si Rodhi ini.

Nah, setelah membaca kisah inspiratif kelima pelukis difabel di atas, kalian tentu semakin bersemangat dong, untuk mencapai cita-cita kalian? Kalau yang difabel saja bisa, maka kita yang normal juga pasti  bisa.

Komentar