12.Sep.2018

5 Makanan Tradisional Indonesia Ini Punya Sejarah Unik, Lho


Buat kamu yang hobi makan, pernah kepikiran sejarah makanan yang kamu lahap, gak? Nah, berhubung sekarang hari Rabu alias hari khusus bahas kuliner di blog Mister Aladin, ada bagusnya kita ngobrolin soal makanan-makanan tradisional Indonesia yang punya sejarah unik. Jadi, selain bisa nikmatin lezatnya, kalian juga bisa tahu cerita di baliknya!

0
0
0

1. Wingko Babat

sumber foto: milik Midori, diambil dari upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/71/Wingko_Babat_Semarang.JPG
dengan perubahan

Buat kamu yang pernah naik kereta tujuan Surabaya dan sekitarnya, pasti mengalami yang namanya berhenti sebentar di stasiun Semarang. Nah, biasanya, pas kereta lagi ngetem begini, ada penjual yang teriak “wingko babat, wingko babat, wingko – wingko – wingko!”

Oleh-oleh khas Semarang yang dibuat dari campuran beras ketan, parutan kelapa, dan gula ini punya sejarah unik, lho. Awalnya, wingko babat bukan dari Semarang, melainkan dari Babad, Lamongan, Jawa Timur. Nah, di sana ada orang bernama  Loe Lan Hwa dan The Ek Tjong yang kabur ke Semarang karena ada perang di Lamongan. Buat menyambung hidup di Semarang, mereka bikin kue kelapa yang akhirnya dinamain Wingko Babad (atau babat) di tahun 1946. Gara-gara inilah wingko babat dikira makanan khas Semarang.

2. Rujak Cingur

sumber foto: milik Gunkarta, diambil dari
upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/e0/Rujak_Cingur.jpg dengan beberapa
perubahan

Rujak asal Jawa Timur yang isinya irisan moncong sapi, timun, mangga muda, bengkoang, tahu, tempe, toge, lontong, nanas, dan lainnya ini dulunya kesukaan raja, lho!

Konon, dulu di daerah Masiran, ada raja yang minta dimasakin makanan spesial. Akhirnya, ada punggawa asal Arab yang nyodorin rujak mulut unta ke Sang Raja.

Gak nyangka, raja pun suka. Dia menghadiahi punggawa buanyak banget harta, mulai dari kapal laut, tanah, dan jabatan sebagai kepala koki istana. Sayangnya, si punggawa gak berminat dan minta dikasih kapal aja untuk bertualang. Sebagai gantinya, dia ngasih tahu resep rujaknya ke raja.

Setelah beberapa hari bertualang naik kapal, punggawa ini pun nyampe ke Tanjung Perak, Surabaya. Dia pun nyebarin resep spesialnya ini. Berhubung mulut unta susah ditemuin di Surabaya, akhirnya digantilah dengan mulut sapi. Voila, inilah asal muasal rujak cingur!

3. Kue Putu

sumber foto: milik Midori, diambil dari
id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kue_putu_klepon_keliling.JPG dengan beberapa perubahan

Biasa dijual abang-abang dorong gerobak, siapa sangka makanan tradisional Indonesia ini udah ada sejak jaman Firaun main gimbot? Soalnya, cerita soal kue putu udah ada dalam Serat Centini. Berasal dari Tiongkok, dulu kue putu jadi sajian wajib di pagi hari. Mau Laksamana Cheng Ho atau orang Majapahit, semuanya ngunyah kue putu pagi-pagi. Bedanya, di negara asalnya, kue putu biasanya berisi kacang hijau. Nah, kalau di sini, isiannya diganti jadi kacang merah dan ditaburi parutan kelapa. Kenapa? Soalnya Indonesia kaya banget sama gula merah. Wah, lucu, ya.

4. Docang

sumber foto: milik Cahyo Ramdhani, diambil dari https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4f/Docang.jpg dengan beberapa perubahan

Kalau dilihat sekilas, wujud docang mirip lontong sayur. Isinya ada toge, lontong, daun singkong, dan oncom yang dimandiin pake kuah. Dengan tampilan dan rasa yang menggoda, siapa sangka kalau docang awalnya racun? Jadi gini, dulu Pangeran Rengganis yang menguasai Cirebon gak suka sama keberadaan Wali Songo. Saking gak sukanya, dia berniat meracuni mereka dengan racun berupa docang ini. Anehnya, bukannya keracunan, Wali Songo malah ketagihan makan docang! Gara-gara ini, docang jadi makin populer di masyarakat dan akhirnya jadi makanan khas Cirebon.

5. Soto Kudus

sumber foto: Milik Go, diambil dari http://wisatasenibudaya.com/kuliner-soto-kerbau-kudus-yang-lezat-dan-resepnya/ dengan perubahan

Soto ini memang makanan tradisional Indonesia, tapi asal muasalnya dari daratan Tiongkok. Namanya pun bukan soto, melainkan caudo. Nah, awalnya soto cuma populer di Semarang, lama-lama dia pun nyebar ke seluruh Indonesia. Di antara banyak jenis soto, soto kudus terkenal khas karena dia dimasak pake daging kerbau. Kenapa pakai daging kerbau? Soalnya, waktu lagi menyebarkan ajaran Islam di Kudus, Sunan Kudus baru tahu kalau daging sapi dianggap suci pemeluk agama Hindu dan Buddha. Inilah alasan daging sapi diganti daging kerbau.

Komentar